Kompas.com - 08/02/2018, 13:39 WIB
Anak-anak etnis Rohingya dan ibu mereka menunggu giliran untuk menerima paket makanan dari Program Pangan Dunia di kamp pengungsi Balukhali dekat Coxs Bazar, Bangladesh. Foto diambil pada 15 Januari 2018. (AP Photo) Anak-anak etnis Rohingya dan ibu mereka menunggu giliran untuk menerima paket makanan dari Program Pangan Dunia di kamp pengungsi Balukhali dekat Coxs Bazar, Bangladesh. Foto diambil pada 15 Januari 2018. (AP Photo)


NAYAPARA, KOMPAS.com - Abdul Goni, salah satu warga etnis Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh, menceritakan bagaimana pemerintah Myanmar membuat keluarganya kelaparan secara bertahap.

Laporan dari The Associated Press, Kamis (8/2/2018), menyebutkan tentara Myanmar menghentikan mata pencaharian Goni sebagai penjual kayu bakar.

Kemudian, tentara juga mengambil satu-satunya sapi yang dia miliki. Sapi itu disewakan Goni kepada petani untuk membajak sawah.

Selanjutnya, pamannya dibunuh karena berusaha menyelamatkan kerbaunya yang hendak diambil oleh para tentara.

Sejak saat itu, Goni mulai melihat mayat-mayat mengambang di sungai. Mereka merupakan temannya yang dibunuh karena memancing secara ilegal.

Baca juga : Komisioner Tinggi HAM PBB Puji Indonesia Bantu Krisis Rohingya

Dia tahu keluarganya juga akan mati jika mereka tidak meninggalkan desa. Goni juga terpaksa memberi makan keluarganya dengan batang pohon pisang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya merasa sangat menyesal kerena tidak memberi makanan cukup kepada mereka," kata pria berusia 25 tahun itu.

"Mereka (tentara Myanmar) mengatakan kepada kami 'Ini bukan tanah kalian. Kami akan membuat kalian kelaparan'," ucap Goni menirukan perkataan para tentara.

Menurutnya, ada 500 keluarga yang tinggal di dekat rumahnya, namun baru 150 orang yang berhasil melarikan diri ke Bangladesh. Banyak yang ingin pergi, namun tak punya cukup uang atau sudah terlalu tua.

Baca juga : Myanmar Bantah Laporan Adanya Lima Kuburan Massal Rohingya di Rakhine

Laporan tentang jumlah kelaparan yang melanda etnis Rohingya tidak dapat dikonfirmasi secara independen karena pemerintah Myanmar tidak mengizinkan wartawan masuk ke negara bagian Rakhine.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X