Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/02/2018, 20:42 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Seorang ulama senior Arab Saudi menyampaikan, perempuan Saudi tidak harus mengenakan abaya atau jubah longgar untuk menutupi tubuh mereka di depan umum.

Sheikh Abdullah al-Mutlaq, anggota majelis ulama Arab Saudi, mengatakan perempuan harus berpakaian sopan, namun tidak berarti mereka wajib mengenakan abaya.

Perempuan Saudi saat ini diharuskan mengenakan pakaian yang diatur secara ketat oleh aturan hukum di negara itu.

"Lebih dari 90 persen perempuan saleh di negara Muslim tidak mengenakan kain abaya. Jadi, kita seharusnya tidak memaksa warga kita untuk mengenakannya," kata Sheikh Mutlaq, Jumat (9/2/2018).

Ini adalah pertama kalinya seorang ulama senior Arab Saudi membuat pernyataan semacam itu, yang mungkin dapat menjadi dasar hukum negara di masa depan.

Baca juga: Perempuan Saudi Kritik Ulama Terkait Model Abaya dan Merias Wajah

Di Arab Saudi, perempuan yang tidak mengenakan abaya di tempat umum di mana mereka dapat terlihat oleh pria yang tidak memiliki hubungan keluarga dapat dikenai sanksi oleh polisi agama.

Dilaporkan Reuters, pada 2016, seorang perempuan Arab Saudi ditahan karena meninggalkan abayanya di sebuah jalan utama di ibu kota Riyadh.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, perempuan Arab Saudi telah mulai mengenakan abaya yang lebih bercorak dan tidak melulu berwarna hitam.

Mereka juga mulai mengenakan abaya yang dipadu dengan rok panjang atau celana jins. Seperti yang terlihat di sejumlah wilayah negara tersebut.

Pernyataan Sheikh Mutlaq itu sejalan dengan upaya modernisasi masyarakat Saudi, yang menjadi bagian rencana reformasi sosial yang dipelopori Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kebebasan kepada perempuan Saudi yang menghadapi peraturan perbedaan gender yang ketat.

Baca juga: Hijab dan Abaya Desainer Indonesia Berjaya di New York Fashion Week

Upaya reformasi ini telah ditandai dengan pencabutan larangan mengendarai mobil bagi perempuan, serta diizinkan untuk berpartisipasi dalam perayaan Hari Nasional Arab Saudi untuk pertama kalinya.

Bulan lalu, perempuan Saudi juga mulai diizinkan untuk menonton sepakbola di stadion.

Tahun lalu, Arab Saudi juga mengumumkan bahwa bioskop-bioskop diizinkan untuk kembali dibuka, setelah dilarang lebih dari tiga dekade. Bioskop pertama diharapkan dibuka pada Maret tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.