Kompas.com - 08/02/2018, 06:06 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia telah mulai memulangkan para pekerja Korea Utara kembali ke negara asal mereka. Hal tersebut demi mematuhi resolusi yang dicapai Dewan Keamanan PBB sebagai salah satu bentuk sanksi kepada negara terirolir tersebut.

Disampaikan perwakilan Moskwa di Pyongyang pada Rabu (7/2/2018), keputusan pemulangan para pekerja tersebut ikut berdampak pada perekonomian Rusia.

"Larangan terhadap pekerja asal Korea Utara akan menjadi pukulan bagi ekonomi Rusia. Walau demikian kami secara hati-hati akan mematuhi keputusan PBB," kata Duta Besar Rusia di Pyongyang, Alexander Matsegora, dilaporkan RIA Novosti.

Ditambahkan Matsegora, banyak kepala daerah di Rusia yang telah memulai proses deportasi para pekerja Korea Utara tersebut.

Baca juga: Korea Utara Tolak Resolusi Sanksi Dewan Keamanan PBB

Kementerian Luar Negeri Rusia, menanggapi langkah pemulangan tersebut sebagai bentuk kepatuhan Rusia terhadap kesepakatan Dewan Keamanan PBB.

Resolusi Dewan Keamanan tersebut mewajibkan seluruh negara anggota PBB untuk memulangkan semua pekerja Korea Utara dalam waktu 24 bulan sejak diterapkan.

"Rusia hanya bertindak sesuai dengan dokumen tersebut," kata layanan pers kementerian kepada AFP.

Pernyataan kementerian menambahkan, warga Korea Utara yang bekerja secara resmi di Rusia akan dapat terus menjalankan tugasnya hingga berakhirnya batas waktu yang telah ditetapkan Dewan Keamanan PBB.

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengharuskan pekerja Korea Utara dipulangkan ke negara asalnya itu disahkan pada Desember 2017. Dengan demikian batas akhir pemulangan adalah akhir 2019.

Baca juga: PBB Berlakukan Sanksi Baru ke Korea Utara, Apa Isinya?

Matsegora mengatakan, ada sekitar 35.000 pekerja Korea Utara di Rusia, kebanyakan bekerja di bidang konstruksi, pertanian dan perikanan.

Diakuinya, para pekerja itu menerima upah yang sebanding dengan warga lokal, namun gaji yang diberikan hanya 40-50 persen, sementara sisanya diserahkan kepada pemerintah Korea Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.