Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/02/2018, 17:02 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


BERLIN, KOMPAS.com — Badan intelijen Jerman (BfV) mengungkapkan, Korea Utara telah memperoleh peralatan dan teknologi untuk program nuklir dan senjata melalui kedutaan besarnya di Berlin.

Kepala BfV Hans-Georg Maassen mengatakan, agen menemukan banyak kegiatan pengadaan telah dilakukan dari kedutaan tersebut.

"Dari sudut pandang kami, pengadaan tersebut untuk program rudal tetapi juga sebagian untuk program nuklir," katanya, seperti dilansir dari AFP, Minggu (4/2/2018).

Meskipun sifat sebenarnya dari teknologi belum dapat diketahui spesifikasinya, dia mengatakan,  kemungkinan senjata tersebut dimaksudkan untuk penggunaan sipil dan militer.

Baca juga : PBB: Korea Utara Kirim Senjata ke Suriah dan Myanmar

BfV memperoleh petunjuk tentang pengadaan teknologi tersebut pada 2016 dan 2017.

Sebelumnya, pada 2014, seorang diplomat Korea Utara berusaha mendapatkan peralatan yang digunakan dalam pengembangan senjata kimia.

Tuduhan Jerman tersebut muncul setelah publikasi laporan PBB yang menyatakan Korea Utara melanggar sanksi dengan mengekspor batu bara, besi, baja, dan komoditas terlarang lainnya  sehingga menghasilkan pendapatan hampir 200 juta dollar AS pada tahun lalu.

Sebuah panel PBB juga menemukan bukti adanya kerja sama militer oleh Korea Utara untuk mengembangkan program senjata kimia Suriah dan memberikan rudal balistik kepada Myanmar.

Baca juga: Ketika Bendera Korea Utara Berkibar di Pyeongchang, Korea Selatan

"Korea Utara masih terus melakukan ekspor untuk hampir seluruh komoditas yang dilarang oleh resolusi dan memperoleh pendapatan hampir 200 juta dollar AS antara Januari hingga September 2017," tulis laporan PBB.

Ditambahkan laporan tersebut, pengiriman batu bara dan barang tambang lainnya ke China, Malaysia, Korea Selatan, Rusia, hingga Vietnam menggunakan jalur laut dan dengan kombinasi teknik penghindaran, rute ganda, maupun taktik tipu daya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.