PBB: Korea Utara Kirim Senjata ke Suriah dan Myanmar

Kompas.com - 03/02/2018, 18:25 WIB
Misil udara milik militer Myanmar saat parade di Naypyidaw, pada 27 Maret 2016. Ye Aung Thu / AFPMisil udara milik militer Myanmar saat parade di Naypyidaw, pada 27 Maret 2016.
|
EditorAgni Vidya Perdana

NEW YORK, KOMPAS.com - Korea Utara dituduh telah menjual senjata kepada pemerintah Suriah dan Myanmar, serta melakukan ekspor batubara, besi, dan baja.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) yang dirilis pada Jumat (2/2/2018), Pyongyang disebut telah membantu pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad dalam mengembangkan program senjata nuklir dan mengirimkan rudal balistik untuk tentara Myanmar.

Korea Utara juga dituduh masih terus melakukan ekspor untuk barang-barang tambang yang termasuk dalam sanksi Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Langgar Sanksi, Korea Utara Disebut Masih Lakukan Ekspor Batu Bara

"Korea Utara masih terus melakukan ekspor untuk hampir seluruh komoditas yang dilarang oleh resolusi dan memperoleh pendapatan hampir 200 juta dolar AS (sekitar Rp 2,68 triliun) antara Januari hingga September 2017," tulis laporan PBB, dikutip AFP.

Ditambahkan laporan tersebut, pengiriman batubara dan barang tambang lainnya ke China, Malaysia, Korea Selatan, Rusia hingga Vietnam menggunakan jalur laut dan dengan kombinasi teknik penghindaran, rute ganda, maupun taktik tipu daya.

Tahun lalu, Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan serangkaian resolusi yang ditujukan untuk membatasi ekspor dan mengurangi pendapatan Korea Utara yang akan digunakan untuk program persenjataan nuklir mereka.

Namun, menurut laporan tersebut dan juga panel ahli PBB, sebanyak tujuh kapal dicegah memasuki pelabuhan internasional di seluruh dunia karena telah melanggar sanksi PBB dengan melakukan transfer batubara dan minyak bumi dengan Korea Utara.

"Korea Utara telah memandang rendah resolusi dengan memanfaatkan rantai pasokan minyak global, melibatkan warga negara asing, perusahaan lepas pantai dan sistem perbankan internasional," kata panel ahli PBB.

Baca juga: CIA Khawatir Korut Tak Lama Lagi Kirim Misil Nuklir ke AS

Penyelidikan yang dilakukan juga telah mengungkap bukti substansial terkait kerja sama militer Pyongyang dengan Damaskus.

Setidaknya ada tiga kali kunjungan teknisi Korea Utara ke Suriah pada 2016, sesuatu yang lansung dibantah pemerintahan negara yang bersangkutan. Suriah mengatakan ahli yang diundang ke negaranya hanya yang terlibat di bidang olahraga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X