Kompas.com - 02/02/2018, 20:36 WIB
|
EditorErvan Hardoko

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Sebanyak 60 orang warga sebuah desa di Afrika Selatan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami keracunan.

Puluhan orang itu keracunan setelah menyantap daging sapi yang sebelumnya mati dipatuk seekor ular kobra.

Puluhan warga desa Mpoza, dekat Tsolo di Provinsi Eastern Cape dikabarkan mengalami diare, muntah-muntah, dan keram perut usai menyantap daging sapi itu.

Diyakini gejala-gejala itu muncul sebagai dampak dari racun ular kobra yang masih berada di dalam daging sapi tersebut.

Baca juga : Pemuda India Tewas Saat Hendak Mencium Seekor Ular Kobra

Sebanyak 16 korban di antaranya adalah anak-anak dan harus dilarikan ke RS Akademi Nelson mandela untuk mendapatkan perawatan.

Sedangkan sisanya menjalani perawatan di rumah sakit daerah Mthatha pada Kamis (1/2/2018).

Sejauh ini belum diketahui kondisi terbaru para korban keracunan itu.

"Karena korban yang jatuh amat banyak, RS St Barnabas di Libode disiagakan untuk mengantisipasi adanya pasien tambahan," kata juru bicara Departemen Kesehatan East Cape, Sizwe Kupelo.

"Pemerintah mengimbau agar warga tidak mengonsumsi daging dari hewan mati karena bisa amat berbahaya," tambah Kupelo.

Ular kobra adalah keluarga hewan berbisa yang banyak ditemukan di kawasan tropos dan subtropis di seluruh dunia.

Ular ini memiliki racun yang bisa menyebar cepat di dalam tubuh korbannya lewat aliran darah mengakibatkan kesulitan bernapas dan kematian.

Baca juga : 200 Bayi Ular Kobra Kabur dari Sebuah Peternakan di China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.