Kompas.com - 31/01/2018, 12:45 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

Puigdemont menyatakan, kemenangan partai pro-kemerdekaan dalam pemilu 21 Desember 2017 menjadi keinginan rakyat agar Catalonia benar-benar memisahkan diri dari Spanyol.

"Demokrasi berarti menerima apapun segala hasil pemilu. Namun, Spanyol tidak seperti itu. Malah, mereka terkesan memaksakan kehendak mereka," kecam Puigdemont.

Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menyatakan bahwa Puigdemont tidak akan bisa menjalankan pemerintahan Catalonia dari Belgia.

Rajoy juga menegaskan bakal memperpanjang masa pembekuan Catalonia jika mereka masih tetap memilih Puigdemont.

Baca juga : Puigdemont: Saya Bisa Memerintah Catalonia dari Belgia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Sky
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.