Puigdemont: Saya Bisa Memerintah Catalonia dari Belgia

Kompas.com - 19/01/2018, 20:31 WIB
Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, menandatangani deklarasi kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol,  Selasa (10/10/2017) waktu setempat, namun menunda pemisahan diri secara resmi dan menyerukan dialog dengan Madrid. AFPPemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, menandatangani deklarasi kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol, Selasa (10/10/2017) waktu setempat, namun menunda pemisahan diri secara resmi dan menyerukan dialog dengan Madrid.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

BRUSSELS, KOMPAS.com - Presiden tersingkir Catalonia, Carles Puigdemont, menegaskan dirinya masih tetap bisa memimpin dari tempat pengasingannya.

Diwartakan AFP Jumat (19/1/2018), Puigdemont berkata dia tidak bisa mengikuti pendapat pakar Parlemen Catalonia bahwa calon presiden harus hadir saat pemilihan.

Sebab, jika dia kembali, dia terancam ditangkap oleh otoritas hukum Spanyol.

"Jika saya dipenjara, saya tidak akan bisa berjumpa dengan rakyat, dan memenuhi aspirasi mereka," tutur Puigdemont kepada Catalunya Radio.


Karena itu, dia memutuskan bakal tetap berada di Brussels, Belgia, sembari memerintah Catalonia.

"Di era sekarang, teknologi membantu segala lini kehidupan seperti bisnis, dunia akademik, hingga proyek penelitian," tutur Puigdemont.

Baca juga : Samakan PM Spanyol dengan Hitler, Puigdemont Dikecam

Puigdemont berusaha membantah pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, yang saat itu menyindir bagaimana cara Puigdemont memerintah jika terpilih.

"Sangat absurd jika Anda dengan yakin berkata bisa memerintah suatu wilayah bukan di tempat asal Anda sendiri," ujar Rajoy saat itu

AFP memberitakan, Puigdemont bermaksud untuk menyatakan pencalonannya sebagai calon presiden lewat video, atau meminta orang membacakan pernyataannya.

Puigdemont melanjutkan, dia merasa masih pantas untuk kembali memimpin Catalonia. Sebab, dirinya mengaku telah mendapat mandat dari rakyat.

Dalam pemilu 21 Desember 2017, partai Puigdemont, Bersatu untuk Catalonia, berada di peringkat kedua dengan meraup 34 kursi parlemen.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X