Paus Fransiskus Utus Ahli Selidiki Kasus Pelecehan Seksual di Chile

Kompas.com - 31/01/2018, 10:10 WIB
Monsignor Charles Scicluna berbicara kepada wartawan di Roma, Italia, pada 8 Februari 2012. (AP Photo via VOA) Monsignor Charles Scicluna berbicara kepada wartawan di Roma, Italia, pada 8 Februari 2012. (AP Photo via VOA)
|
EditorVeronika Yasinta


VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengutus uskup yang ahli menangani kasus kejahatan seksual ke Chile untuk menyelidiki kasus seorang uskup yang dituduh telah menutupi kasus pedofilia.

Dalam pernyataannya pada Selasa (30/1/2018) pemimpin Gereja Katolik Roma itu mengirim uskup Charles Scicluna ke Chile untuk mendengarkan kesaksian tentang kasus yang menjerat uskup Juan Barros.

Scicluna merupakan jaksa penuntut di bidang kejahatan seks yang telah lama berkecimpung. Dia berperan penting dalam membawa kasus pedofilia ke pengadilan.

Scicluna, yang saat ini menjabat sebagai uskup agung Valletta, dikenal sebagai pahlawan bagi korban pelecahan seksual. Dia memahami dinamika skandal pelecehan.


Baca juga : Aksi Protes Bakal Sambut Kunjungan Paus Fransiskus ke Chile

Dengan keras, dia menuntut para imam yang memperkosa dan melecehkan anak-anak.

Sementara itu, kontroversi Barros mendominasi perjalanan Paus Fransiskus beberapa waktu lalu di Chile. Saat itu, pria asal Argentina itu tidak menyoroti permasalahan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan gereja.

Barros merupakan anak didik dari Fernando Karadima, seorang imam karismatik dan politis yang kuat. Karadima memperoleh sanksi dari Vatikan karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak pada 2011.

Korbannya memberi kesaksian kepada jaksa di Chile terkait Barros dan imam lainnya di komunitas El Bosque yang melihat Karadima mencium anak muda.

Mereka menyadari penyimpangan yang dilakukan Karadima, namun tidak melakukan apapun.

Baca juga : Ketika Paus Fransiskus Menolong Polisi yang Jatuh dari Kuda di Chile

Setelah Karadima mendapatkan sanksi, uskup Chile bertekad untuk mengatasi dampak dari skandal tersebut. Mereka meyakinkan Vatikan agar Barros dan dua uskup lainnya mengundurkan diri dan menjalani cuti panjang.

Namun, Paus Fransiskus menganggap tidak ada bukti dan menolak keberatan para uskup setempat.

Pada Januari 2015, Paus menunjuk Barros untuk memimpin keuskupan Osorno. Keberadaan Barros memecah belah keuskupan sejak saat itu, dengan dua kaum awam dan imam menolak serta memprotes pengangkatannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber VOA News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X