Kompas.com - 22/01/2018, 14:17 WIB
|
EditorErvan Hardoko

Meski konstitusi baru disetujui, ketegangan kembali muncul kali ini antara warga asli yang merupakan mayoritas penduduk dengan warga kaya yang berasa dari provinsi penghasil minyak dan gas yang menentang ratifikasi konstitusi ini.

Pada April 2009, Morales meneken undang-undang yang mempercepat pemilihan presiden dan anggota parlemen. Pemilihan ini digelar pada Desember 2009.

Dengan dukungan kuat dari warga mayoritas keturunan India, Morales dengan mudah memenangkan masa jabatan keduanya dan partai MAS menguasai sebagian besar kursi parlemen.

Pada April 2013, Mahkamah Konstitusi Bolivia memutuskan Morales bisa mencalonkan diri untuk masa jabatannya yang ketiga pada 2014.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Jembatan Golden Gate Mulai Dibangun

Alasannya, mahkamah melihat di masa jabatan pertama Morales didahului aturan yang melarang presiden berkuasa untuk dua masa jabatan berturut-turut.

Pada 2014, Morales kembali menang mudah dengan meraup 60 persen dukungan suara. Bahkan, Morales juga memenangkan dukungan mayoritas di provinsi-provinsi kaya yang selama ini menentangnya.

Pada 2015, perekonomian Bolivia yang sempat menanjak mulai melambat, terutama disebabkan anjloknya harga minyak dan gas dunia.

Sejumlah kalangan mengkritik kebijakan Morales yang dinilai gagal mengembangkan perekonomian negeri itu dan amat tergantung dari hasil minyak bumi.

Morales juga terjebak dalam pusaran skandal ekonomi saat terungkap bahwa seorang perempuan yang pernah menjalin hubungan asmara dengannya mendapatkan jabatan penting pada 2013.

Situasi ini kemudian ditambah dengan terungkapnya fakta sebuah perusahaan China mendapatkan proyek pemerintah bernilai 500 juta dolar AS tanpa ikut serta dalam proses lelang.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Mata Uang Euro Memulai Debutnya

Morales dengan tegas membantah terlibat dalam masalah itu. Sayangnya, skandal tersebut ditambah melambatnya perekonomian membuat popularitas Morales anjlok.

Dan, dalam referendum yang digelar pada 2015, 51 persen rakyat Bolivia menolak perubahan konstitusi agar Morales bisa mencalonkan diri keempat kalinya pada pemilu 2019. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.