Demo di Iran, Dubes AS untuk PBB Serukan Rapat Darurat Dewan Keamanan

Kompas.com - 03/01/2018, 17:30 WIB
Warga Iran menyerukan slogan-slogan saat menggelar aksi mendukung pemerintah di dekat Masjid Besar Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Sabtu (30/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan. AFP PHOTO/HAMED MALEKPOURWarga Iran menyerukan slogan-slogan saat menggelar aksi mendukung pemerintah di dekat Masjid Besar Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Sabtu (30/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, menyerukan agar diadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Pernyataan itu dilontarkan pasca-demonstrasi menentang rezim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta Presiden Hassan Rouhani.

"Rakyat di Iran menginginkan kemerdekaan. PBB harus bersikap soal ini. Saya meminta diadakan rapat darurat dewan keamanan," kata Haley dilansir dari Arab News Rabu (3/1/2018).

Selain meminta pertemuan darurat, AS juga mempertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada Iran.

Baca juga : Demo Anti-pemerintah Iran Masuk Hari Keenam, 21 Orang Tewas

Asisten Deputi Kemenlu AS untuk Irak dan Iran, Andrew Peek, dalam wawancaranya dengan VOA berkata, bentuk sanksi itu bakal menyasar individu yang dianggap menyakiti para pengunjuk rasa.

"Setiap orang, baik itu pejabat atau warga sipil yang melakukan kekerasan terhadap demonstran, bakal menerima sanksi," kata Peek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, demonstrasi bermula di Masyhad, kota terbesar kedua Iran, Kamis (28/12/2017).

Awalnya demo tersebut mengecam harga-harga barang yang tinggi, ekonomi yang tidak kunjung membaik, hingga merebaknya kasus korupsi.

Padahal, ketika meneken kesepakatan nuklir pada 2015 untuk mencabut sanksi internasional dari PBB, Presiden Rouhani menjanjikan perbaikan ekonomi.

Namun, faktanya tingkat penganggueran masih menembus angka 12,4 persen.

Demo kemudian merebak di kota besar lainnya seperti Qom, Kermanshah, hingga Teheran. Nahasnya, demo tersebut juga diselingi dengan konflik melawan para penegak hukum.

Demo tersebut membuat 21 orang tewas, sementara pemerintah menahan 450 orang yang dianggap sebagai provokator.

Khamenei kemudian angkat bicara dengan mengatakan demonstrasi ini sengaja dibuat oleh musuh-musuh Iran.

"Para musuh bersatu, dan menggunakan segala yang mereka miliki, uang, senjata, politik, dan keamanan untuk menyerang negeri ini," kata Khamenei kepada AFP.

Baca juga : Iran Blokir Telegram dan Instagram yang Dianggap Media Provokator

Presiden AS Donald Trump dalam kicauannya di Twitter menyatakan bahwa rakyat Iran sudah mulai bergerak untuk menentang pemerintah.

"Rakyat Iran akhirnya bertindak melawan rezim yang brutal dan korup. Mereka hanya mempunyai sedikit makanan, inflasi melambung, dan tidak ada HAM. AS memperhatikan," ujar Trump dalam kicauannya.



Sumber Arab News,AFP

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.