Kompas.com - 03/01/2018, 17:30 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, menyerukan agar diadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Pernyataan itu dilontarkan pasca-demonstrasi menentang rezim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta Presiden Hassan Rouhani.

"Rakyat di Iran menginginkan kemerdekaan. PBB harus bersikap soal ini. Saya meminta diadakan rapat darurat dewan keamanan," kata Haley dilansir dari Arab News Rabu (3/1/2018).

Selain meminta pertemuan darurat, AS juga mempertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada Iran.

Baca juga : Demo Anti-pemerintah Iran Masuk Hari Keenam, 21 Orang Tewas

Asisten Deputi Kemenlu AS untuk Irak dan Iran, Andrew Peek, dalam wawancaranya dengan VOA berkata, bentuk sanksi itu bakal menyasar individu yang dianggap menyakiti para pengunjuk rasa.

"Setiap orang, baik itu pejabat atau warga sipil yang melakukan kekerasan terhadap demonstran, bakal menerima sanksi," kata Peek.

Sebelumnya, demonstrasi bermula di Masyhad, kota terbesar kedua Iran, Kamis (28/12/2017).

Awalnya demo tersebut mengecam harga-harga barang yang tinggi, ekonomi yang tidak kunjung membaik, hingga merebaknya kasus korupsi.

Padahal, ketika meneken kesepakatan nuklir pada 2015 untuk mencabut sanksi internasional dari PBB, Presiden Rouhani menjanjikan perbaikan ekonomi.

Namun, faktanya tingkat penganggueran masih menembus angka 12,4 persen.

Demo kemudian merebak di kota besar lainnya seperti Qom, Kermanshah, hingga Teheran. Nahasnya, demo tersebut juga diselingi dengan konflik melawan para penegak hukum.

Demo tersebut membuat 21 orang tewas, sementara pemerintah menahan 450 orang yang dianggap sebagai provokator.

Khamenei kemudian angkat bicara dengan mengatakan demonstrasi ini sengaja dibuat oleh musuh-musuh Iran.

"Para musuh bersatu, dan menggunakan segala yang mereka miliki, uang, senjata, politik, dan keamanan untuk menyerang negeri ini," kata Khamenei kepada AFP.

Baca juga : Iran Blokir Telegram dan Instagram yang Dianggap Media Provokator

Presiden AS Donald Trump dalam kicauannya di Twitter menyatakan bahwa rakyat Iran sudah mulai bergerak untuk menentang pemerintah.

"Rakyat Iran akhirnya bertindak melawan rezim yang brutal dan korup. Mereka hanya mempunyai sedikit makanan, inflasi melambung, dan tidak ada HAM. AS memperhatikan," ujar Trump dalam kicauannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Arab News,AFP

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.