Kompas.com - 29/12/2017, 17:43 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

PHUKET, KOMPAS.com - Kepolisian Thailand menahan seorang perempuan asal Pantai Gading setelah kedapatan membawa satu kilogram kokain yang dibungkus kemudian ditelan untuk disimpan dalam perutnya.

Upaya penyelundupan yang dilakukan perempuan berusia 27 tahun itu terbongkar setelah paket kokain di dalam perutnya terdeteksi mesin sinar-X bandara.

Petugas kemudian langsung menahan tersangka yang baru saja tiba dalam penerbangan ibu kota Qatar, Doha di bandara internasional Phuket pada Rabu (27/12/2017) malam.

Baca juga: Penyelundup Gunakan Meriam Kirim Narkoba Lewati Perbatasan Meksiko-AS

Menurut Sekjen Badan Pengawas Narkotika Thailand, Sirinya Sitdhichai, barang bukti yang disita berupa lebih dari 60 paket kecil kokain yang dikeluarkan dari perut tersangka. Total kokain yang dibawa seberat 1,2 kilogram.

Diduga paket narkoba tersebut akan diberikan kepada seorang pembeli di Bangkok.

"Tak seperti methamphetamine, kokain dan kristal meth biasanya ditujukan untuk pelanggan kaya," kata Sitdhichai kepada AFP.

Sitdhichai menambahkan, pedagang obat-obatan terlarang di Afrika Barat memang kerap menggunakan perempuan Afrika atau Asia sebagai kurir untuk menyelundupkan narkotika ke Thailand.

Penyelundup sering memilih penerbangan ke bandara di luar Bangkok, kemudian melanjutkan perjalanan ke ibu kota melalui jalur darat.

Kepolisian Thailand kerap menangkap dan menggagalkan penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh kurir. Namun di saat banyak dari mereka yang ditangkap, polisi masih kesulitan membongkar pedagang besar maupun jaringan mereka.

Di Thailand, kini sedang marak peredaran narkotika jenis meth yang dibentuk menjadi tablet dan mengandung kafein yang disebut "yaba" yang berarti "obat gila".

Baca juga: Memasukkan Narkoba ke Bekas Kotak Minuman Jadi Modus Baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.