Salip Anjing, Kucing Jadi Hewan Peliharaan Favorit di Jepang

Kompas.com - 26/12/2017, 10:45 WIB
Seekor anjing melihat kucing yang duduk di dalam Miagola Cafe di Turin, pada 22 Maret 2014. (AFP/Marco Bertorello) Marco BertorelloSeekor anjing melihat kucing yang duduk di dalam Miagola Cafe di Turin, pada 22 Maret 2014. (AFP/Marco Bertorello)
|
EditorVeronika Yasinta


TOKYO, KOMPAS.com — Kucing menyalip anjing tahun ini untuk pertama kalinya sejak survei tahunan dimulai pada 1994. Kini, kucing jadi hewan peliharaan yang digemari masyarakat Jepang.

Penuaan populasi dan biaya pemeliharaan anjing yang lebih mahal menjadi faktor pendorong turunnya jumlah anjing peliharaan di Jepang.

Dilansir dari Japan Today, Selasa (26/12/2017), Tomoko Ishida dari bagian humas perusahaan hewan peliharaan Aeonpet Co mengatakan, penyebab menurunnya jumlah anjing peliharaan adalah merosotnya populasi di Jepang.

"Alasan terbesar di balik menurunnya jumlah anjing peliharaan adalah merosotnya angka kelahiran dan populasi," katanya.

Baca juga: Xiang Xiang, Bayi Panda yang Jadi Idola di Jepang

Menurut dia, kaum lansia lebih memilih memelihara kucing karena anjing memerlukan perawatan yang banyak, seperti pemilik perlu membawa mereka keluar rumah setiap hari.

Secara hukum, pemilik anjing juga diwajibkan memberi vaksin kepada hewan mereka.

Survei Japan Pet Food Association yang dirilis pekan lalu menunjukkan, estimasi jumlah kucing peliharaan sepanjang 2017 mencapai 9,5 juta. Sementara jumlah anjing peliharaan menurun menjadi 8,9 juta.

Asosiasi itu memperkirakan biaya memelihara seekor anjing sepanjang hidup mereka mencapai 1,6 juta yen atau Rp 191,4 juta, sedangkan biaya pemeliharaan kucing sekitar 1,08 juta yen atau Rp 129,2 juta.

Baca juga: Kaisar Jepang Akihito Berulang Tahun Ke-84, Ini Janjinya...

Kepala asosiasi kedokteran hewan Gifu, Toshiharu Ishiguro, mengatakan, banyak warga yang ketakutan memelihara bayi anjing dan gagal membesarkannya. Harapan hidup rata-rata anjing saat ini sudah melebihi 14 tahun.

Selain itu, harga anjing peliharaan semakin melonjak. Peraturan yang ketat di bawah undang-undang perlindungan hewan yang direvisi telah memicu jatuhnya jumlah peternak sehingga mengurangi pasokan anjing.

" Anjing yang dijual di toko hewan peliharaan sekarang harganya ratusan ribu yen. Orang muda yang berjuang secara finansial tidak dapat memeliharanya," kata Ishiguro.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Internasional
Muncul 142 Kasus Baru, Korban Infeksi Virus Corona Korea Selatan Capai 346 Orang

Muncul 142 Kasus Baru, Korban Infeksi Virus Corona Korea Selatan Capai 346 Orang

Internasional
Rafaat Maglad, Korban Penusukan di Masjid Center London Mengaku Telah Memaafkan Penusuknya

Rafaat Maglad, Korban Penusukan di Masjid Center London Mengaku Telah Memaafkan Penusuknya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X