Beri Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Yerusalem

Kompas.com - 25/12/2017, 18:58 WIB
Paus Fransiskus (tengah) memberkati Roma dan dunia, serta memberikan pesan Natal Urbi et Orbi di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (25/12/2017). Andreas SOLARO/AFPPaus Fransiskus (tengah) memberkati Roma dan dunia, serta memberikan pesan Natal Urbi et Orbi di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (25/12/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, menyerukan adanya perdamaian di Yerusalem di antara Israel dan Palestina.

Seruan itu disampaikan dalam pesan Natal "Urbi et Orbi" (Untuk Kota dan Dunia) di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (25/12/2017).

Fransiskus berkata, dia melihat adanya kehadiran Yesus Kristus dalam diri anak-anak di Tepi Barat, Yerusalem, maupun Jalur Gaza yang terus menderita akibat tensi yang meninggi antara Israel dan Palestina.

Tensi terjadi pasca-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel 6 Desember.

Kepada puluhan ribu umat Katolik yang memadati basilika, Fransiskus mengajak mereka untuk mendoakan proses negosiasi perdamaian yang masih berlangsung.

Baca juga : Pizza Panjang Jadi Kue Ulang Tahun Paus Fransiskus

"Semoga tercipta solusi final bagi kedua negara yang berujung kepada perdamaian, dan pengakuan batas kedaulatan masing-masing," ujar Fransiskus dilansir dari kantor berita AFP.

Selain Yerusalem, paus ke-266 dalam sejarah Gereja Katolik itu juga mengharapkan Semenanjung Korea tetap kondusif.

Akibat aksi Korea Utara (Korut) yang terus mengembangkan senjata nuklir, negara tetangga seperti Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mulai meningkatkan kewaspadaan.

Masing-masing negara mulai meningkatkan anggaran pertahanan untuk membeli serangkaian persenjataan yang mampu melindungi mereka.

Jepang, misalnya. Mereka meningkatkan bujet pertahanan hingga 46 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 623,6 triliun.

Anggaran sebesar itu bakal dipakai untuk membeli sistem pertahanan Aegis Ashore, dan beberapa rudal jelajah udara JSM.

"Mari kita berdoa agar konfrontasi di Semenanjung Korea berhenti," beber Fransiskus.

Fransiskus juga mengajak umat untuk mendoakan negara-negara seperti Suriah, Yemen, Irak, atau Sudan Selatan yang masih berada dalam kondisi perang saudara.

Selain itu, Fransiskus juga mendoakan organisasi kemanusiaan yang terus bekerja tanpa lelah memberikan bantuan bagi negara-negara yang dilanda konflik.

Baca juga : Paus Fransiskus Ingin Ubah Kalimat dalam Doa Bapa Kami



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X