Kompas.com - 20/12/2017, 20:40 WIB
Kapal patroli penjaga pantai Korea Selatan saat menjalani latihan bersama dengan India pada Juni 2016. Arun Sankar / AFPKapal patroli penjaga pantai Korea Selatan saat menjalani latihan bersama dengan India pada Juni 2016.
|
EditorAgni Vidya Perdana

SEOUL, KOMPAS.com - Patroli penjaga pantai Korea Selatan dilaporkan telah terlibat konfrontasi dengan 44 kapal nelayan China yang dianggap memasuki wilayah perairan mereka secara ilegal, pada Selasa (19/12/2017).

Penjaga pantai Korea Selatan bahkan harus melepaskan hingga 249 kali tembakan peringatan sebelum kapal-kapal nelayan yang dilengkapi jeruji besi dan jaring baja itu akhirnya mundur.

"Kapal-kapal nelayan China itu berusaha berkerumun dan bertabrakan dengan kapal patroli kami, mengabaikan perintah peringatan," tulis laporan penjaga pantai dikutip SCMP.

Baca juga: Penjaga Pantai Argentina Tenggelamkan Kapal Nelayan China

Patroli penjaga pantai dilaporkan kerap mengejar kapal-kapal nelayan China yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Korea Selatan.

Terkadang bahkan hingga memicu konfrontasi dengan kekerasan. Kondisi ini turut mempersulit hubungan kerja sama dalam upaya mengendalikan program nuklir Korea Utara.

Namun, langkah penjaga pantai yang melepaskan tembakan ke arah kapal nelayan mendapat protes keras dari pemerintahan China yang menganggap Korea Selatan bertindak berlebihan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami harap Korea Selatan dapat menangani pemasalahan ini dengan cara yang relevan dan sesuai hukum."

"Tidak dengan tindakan ekstrem yang justru membahayakan keselamatan orang lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying di Beiijng.

Baca juga: Penjaga Pantai Yunani Tembaki Kapal Barang Turki, Ankara Mengecam

Namun Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menilai langkah yang diambil petugas patroli penjaga pantai itu sudah mengikuti aturan hukum domestik.

Di mana penggunaan senjata bisa menjadi langkah yang sah menghadapi kapal-kapal yang melanggar perairan negara tersebut untuk penangkapan ikan secara ilegal.

Sebelumnya, pada September tahun lalu, tiga nelayan China tewas akibat tertembak oleh penjaga pantai Korea Selatan yang mencoba menangkap mereka atas aksi penangkapan ikan ilegal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.