Kompas.com - 11/12/2017, 19:41 WIB
Warga Palestina bentrok dengan petugas keamanan Israel dalam aksi protes yang terjadi di Tepi Barat, Senin (11/12/2017). ABBAS MOMANI / AFPWarga Palestina bentrok dengan petugas keamanan Israel dalam aksi protes yang terjadi di Tepi Barat, Senin (11/12/2017).
|
EditorAgni Vidya Perdana

TEL AVIV, KOMPAS.com - Aksi protes yang terjadi di Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza berujung pada rencana boikot terhadap pusat bisnis warga keturunan Arab di Wadi Ara, utara Israel.

Usul tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman pada Minggu (10/12/2017).

Lieberman yang memimpin partai nasionalis Yisrael Beitenu mengatakan warga keturunan Arab di Wadi Ara bukan menjadi bagian dari Israel dan umat Yahudi Israel sebaiknya tidak lagi mengunjungi tepat usaha mereka.

Baca juga: Gedung Konsulat AS di Turki Dikepung Aksi Demonstrasi Kecam Trump

"Orang-orang itu bukan menjadi bagian dari negara Israel. Mereka tidak ada hubungannya dengan negara ini," kata Lieberman kepada radio tentara Israel.

"Selain itu, saya mengajak kepada seluruh warga Israel untuk berhenti pergi ke toko mereka, berhenti membeli, berhenti menerima pelayanan dari mereka."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Singkatnya boikot terhadap Wadi Ara. Mereka harus menyadari jika mereka tidak diterima di sini," tambahnya dikutip New York Post.

Lieberman sejak lama telah mengusulkan agar Wadi Ara dimasukkan dalam proposal pertukaran lahan dan polupasi sebagai bagian kesepakatan masa depan dengan Palestina.

Namun, seperti kelompok minoritas Arab Israel lainnya, meskipun bersimpati terhadap nasib warga Palestina di Tepi Barat, mereka tetap merasa sebagai warga Israel dan menolak menjadi bagian dari Palestina.

Ratusan warga Israel keturunan Arab di Wadi Ara menggelar aksi protes pada Sabtu (9/12/2017) di jalanan utama di utara Israel.

Aksi tersebut berujung tindak kekerasan dengan puluhan perusuh bertopeng melempari bus dan kendaraan polisi dengan batu. Menyebabkan tiga orang terluka dan sejumlah kendaraan rusak.

Serangkaian aksi protes terjadi menyusul pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan rencananya memindahkan kedutaan dari Tel Aviv.

Baca juga: Presiden Palestina Tolak Bertemu Wakil Presiden AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.