Kompas.com - 29/11/2017, 08:42 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar Perancis untuk PBB, Francois Delattre, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada orang yang terlibat dalam perdagangan budak pengungsi dan imigran di Libya.

Perdagangan manusia di Libya menjadi topik hangat sejak CNN mengeluarkan rekaman pasar budak di Libya yang menjual imigran asal Afrika Barat, pada awal bulan ini.

Perancis akan mengusulkan untuk membantu komite sanksi dalam mengidentifikasi individu dan entitas yang bertanggung jawab atas perdagangan manusia melalui wilayah Libya.

"Kami mengandalkan dukungan dari anggota dewan untuk menyelesaikan masalah ini sampai akhir," katanya, Selasa (28/11/2017) kepada Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir dari Al Jazeera.

Baca juga : Terekam, Pelelangan Budak Afrika Seharga Rp 5,4 Juta Per Orang

Sebuah sanksi program yang dibentuk pada 2011, memungkinkan Dewan Keamanan PBB untuk memberikan sanksi pada individu dan entitas yang terlibat dalam pengaturan, pengendalian, atau sebaliknya, melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia berat terhadap orang-orang di Libya.

Perbudakan dan perdagangan manusia telah bertahun-tahun terjadi di Libya.

"Ini telah berlangsung cukup lama," kata Omar Turbi, aktivis HAM Libya.

Menurutnya, saat di bawah pemerintahan Muammar Gaddafi, Libya terus berjuang melawan perdagangan senjata, narkoba, dan manusia.

Kemudian, perang sipil meletus di Libya pada 2014, dan dianggap sebagai negara yang gagal.

Baca juga : Dalam 1 Hari, Pemerintah Italia Selamatkan 1.100 Imigran Asal Libya

Pekan lalu, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan beredarnya rekaman yang menunjukkan manusia diperlakukan seperti ternak, juru lelang yang melabeli manusia dengan tulisan "pria yang kuat untuk pekerjaan pertanian", seharusnya mengejutkan hati nurani manusia lainnya.

"Ada pelanggaran HAM dan martabat manusia," katanya.

Namun, dia tidak yakin sanksi dapat membantu mengakhiri perdagangan manusia di Libya.

"Yang benar-benar dibutuhkan adalah membentuk pemerintahan yang layak di Libya, sehingga tidak menjadi negara yang gagal," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.