ISIS Klaim Serangan Teror di New York

Kompas.com - 03/11/2017, 11:51 WIB
Sayfullo Saipov warga asal Uzbekistan yang menetap dari Tampa, Florida, dibekuk polisi setelah melakukan aksi penabrakan mengunakan pikap sewaan di Manhattan, New York, Selasa (31/10/2017).  VIA ABC NEWS Sayfullo Saipov warga asal Uzbekistan yang menetap dari Tampa, Florida, dibekuk polisi setelah melakukan aksi penabrakan mengunakan pikap sewaan di Manhattan, New York, Selasa (31/10/2017).


WASHINGTON, KOMPAS.com - Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) mengklaim pelaku teror New York yang menewaskan 8 orang pada Selasa (31/10/2017), Sayfulloh Saipov, sebagai pejuangnya.

Dilansir dari AFP, Jumat (13/11/2017), salah satu artikel majalah mingguan Al Naba menuliskan, "Salah satu dari pejuang ISIS menyerang kerumunan orang di jalan, di New York".

Informasi tersebut dikumpulkan oleh kelompok intelijen SITE yang berkedudukan di Amerika Serikat.

Artikel itu juga menyebutkan, aksi di New York berguna untuk menanamkan rasa ketakutan di AS, sehingga mendorong pemerintah AS makin meningkatkan pengamanan dan mengetatkan aturan masuknya imigran.

Baca juga : Pelaku Teror Truk New York Tak Menyesali Perbuatannya

ISIS juga mengklaim penembak massal di Las Vegas awal bulan lalu merupakan bagian dari pejuangnya. Stephen Paddock, telah menewaskan sedikitnya 58 orang dan melukai 515 lainnya, dalam sebuah konser musik di Las Vegas.

Namun, penelusuran Biro Penyelidik Federal (FBI) tidak menemukan keterkaitan Paddock dengan ISIS.

Baca juga : Terkait Pembantaian Las Vegas, Benarkah Paddock Sendirian?

Tak menyesal

Sementara itu, Saipov telah menjalani sidang perdananya. Pria berusia 29 tahun tersebut berasal dari Uzbekistan.

Petugas menahannya setelah pelaku menabrak kerumunan orang di jalur pejalan kaki dan sepeda, di New York.

Saat penyelidikan dilakukan, Saipov mengaku bertindak atas nama ISIS. Dia tidak menyesali perbuatannya.

Dia meminta bendera ISIS untuk dipajang di kamar rumah sakit. Saipov juga diduga memiliki tiga pisau, ribuan gambar propaganda ISIS, dan belasan video ISIS yang membunuh tahanan.

Kepolisian menyebutkan, aksi Saipov hampir sama persis dengan instruksi teror ISIS yang disebarkan di sosial media.

Saipov merupakan gambaran tersangka teror yang teradikalisasi di dalam negeri, setelah pindah ke AS pada 2010.



EditorVeronika Yasinta
SumberAFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X