Myanmar Tuding Banglades Hambat Proses Pemulangan Pengungsi Rohingya

Kompas.com - 01/11/2017, 17:08 WIB
Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Jumat (1/9). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir HossainSekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Jumat (1/9).
|
EditorAgni Vidya Perdana

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Myanmar menyebut Banglades bertanggung jawab atas tertundanya proses pemulangan pengungsi muslim Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine, Agustus lalu.

Kondisi para pengungsi semakin memburuk akibat dikurung dalam kamp pengungsian yang kumuh.

Juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay menuding negara miskin yang dibanjiri gelombang pengungsi itu telah memperlambat proses pemulangan.


"Pemerintah Myanmar telah mengeluarkan pernyataan siap menerima kembali (para pengungsi) kapan pun," ujarnya kepada AFP, Rabu (1/11/2017).

"Tapi pemerintah Banglades justru masih mempertimbangkan kesepakatan antar-kedua negara," tambah Htay.

Baca juga: Myanmar Setuju Terima Lagi Pengungsi Rohingya dengan Syarat

Dia menambahkan, pemerintah Banglades belum menyerahkan rincian data pengungsi Rohingya yang masuk ke wilayahnya sejak 25 Agustus lalu.

Namun, Htay menolak saat dikaitkan dengan pernyataannya pada media lokal yang menyebut Dhaka telah menerima dana bantuan hingga 400 juta dolar AS (sekitar Rp 5,4 triliun) untuk pembangunan tempat tinggal pengungsi Rohingya.

"Sampai saat ini mereka telah menerima hampir 400 juta dolar AS. Dengan penerimaan sebesar itu, kami khawatir mereka akan menunda program deportasi para pengungsi," kata Htay saat itu.

Menanggapi tuduhan itu, salah seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Banglades langsung membantah.

Dia mengatakan, kedua negara masih bekerja untuk mengatasi perbedaan dalam rancangan kesepakatan pemulangan pengungsi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X