Kompas.com - 26/10/2017, 11:30 WIB
Bendera Catalonia Estelada berkibar di Barcelona dalam unjuk rasa menentang penangkapan tokoh pro-kemerdekaan. PAU BARRENA / AFPBendera Catalonia Estelada berkibar di Barcelona dalam unjuk rasa menentang penangkapan tokoh pro-kemerdekaan.
|
EditorPascal S Bin Saju

CATALONIA, KOMPAS.com - Wakil Presiden wilayah Catalonia, Oriol Junqueras, mengklaim pemerintah Spanyol tidak memberikan mereka "pilihan apapun" sehingga deklarasi "republik baru" harus dilakukan.

Seperti dikutip dari Independent, Kamis (26/10/2017), menurutnya, koalisi partai yang berkuasa di pemerintahan Catalonia akan bekerja untuk membangun sebuah "republik baru".

Junqueras mengatakan, partainya yang menguasai separuh kursi partai penguasa di Catalonia, "sedang bekerja untuk pembentukan sebuah republik baru" untuk wilayahnya.

Hal itu dilakukan karena mereka memiliki "mandat demokratis" menyusul referendum pada awal Oktober ini. 

Sementara itu, pemerintah Spanyol menilai referendum itu ilegal sehingga mengirimkan sejumlah polisi pengamanan untuk menghentikan pemungutan suara.

Baca: Referendum Catalonia, 337 Warga dan 11 Aparat Jadi Korban Kekerasan 

Petugas menembaki massa dengan peluru karet dan memukuli para pemilih saat memasuki tempat pemungutan suara pada 1 Oktober 2017.

Hampir 900 orang terluka dalam kekerasan itu. Pada akhirnya, 92 persen suara dari total 43 persen pemilih memilih untuk merdeka dari Spanyol.

Namun, Presiden Regional Catalonia, Carles Puigdemont, mengumumkan akan menunda deklarasi kemerdekaan, yang semula direncanakan seminggu setelah pemungutan suara.

Penundaan itu terkait langkah negoisasi yang tengah ditempuh dengan pemerintah Spanyol.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.