Salin Artikel

Spanyol Tak Berikan Pilihan, Catalonia Tetap Ingin Merdeka

CATALONIA, KOMPAS.com - Wakil Presiden wilayah Catalonia, Oriol Junqueras, mengklaim pemerintah Spanyol tidak memberikan mereka "pilihan apapun" sehingga deklarasi "republik baru" harus dilakukan.

Seperti dikutip dari Independent, Kamis (26/10/2017), menurutnya, koalisi partai yang berkuasa di pemerintahan Catalonia akan bekerja untuk membangun sebuah "republik baru".

Junqueras mengatakan, partainya yang menguasai separuh kursi partai penguasa di Catalonia, "sedang bekerja untuk pembentukan sebuah republik baru" untuk wilayahnya.

Hal itu dilakukan karena mereka memiliki "mandat demokratis" menyusul referendum pada awal Oktober ini. 

Sementara itu, pemerintah Spanyol menilai referendum itu ilegal sehingga mengirimkan sejumlah polisi pengamanan untuk menghentikan pemungutan suara.

Baca: Referendum Catalonia, 337 Warga dan 11 Aparat Jadi Korban Kekerasan 

Petugas menembaki massa dengan peluru karet dan memukuli para pemilih saat memasuki tempat pemungutan suara pada 1 Oktober 2017.

Hampir 900 orang terluka dalam kekerasan itu. Pada akhirnya, 92 persen suara dari total 43 persen pemilih memilih untuk merdeka dari Spanyol.

Namun, Presiden Regional Catalonia, Carles Puigdemont, mengumumkan akan menunda deklarasi kemerdekaan, yang semula direncanakan seminggu setelah pemungutan suara.

Penundaan itu terkait langkah negoisasi yang tengah ditempuh dengan pemerintah Spanyol.

Dalam sebuah pidato di televisi, Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengatakan tidak ada referendum di Catalonia.

Penduduk setempat telah ditipu untuk mengambil bagian dalam pemungutan suara yang ilegal.

Dia mendukung aksi petugas terhadap referendum tersebut. Raja Spanyol, Felipe VI, juga menyuarakan ketenangan dan persatuan atas tindakan separatis yang menunjukkan ketidaksetiaan.

Baca: Catalonia Ancam Pembangkangan Sipil Besar-besaran

Pada September lalu, Mahkamah Konstusi di Madrid memutuskan referendum Catalonia adalah ilegal, karena melanggar ketentuan dalam konstitusi.

Pemerintah Spanyol akan mengeluarkan Artikel 155 Konstitusi 1978 pada akhir pekan ini.

Artikel 155 secara garis besar berbunyi bahwa Spanyol bakal mengambil alih langsung pemerintahan otonomi jika pemerintahan daerah tersebut secara hukum dianggap gagal, atau mengancam kepentingan negara secara keseluruhan.

Sebelumnya, pada Rabu (25/10/2017), Puigdemont diperkirakan akan menghadiri sidang di Madrid, untuk bertemu para senat membahas kemerdekaan Catalonia.

Namun, melalui juru bicaranya, Puigdemont tidak datang akrena pemerintah Spanyol telah mengumumkan pemberlakuakn kontrol langsung terhadap wilayah otonomi Catalonia untuk mengagalkan kemerdekaan.

Baca: Spanyol Ambil Alih Pemerintahan Catalonia, Apa yang Sedang dan Akan Terjadi?

https://internasional.kompas.com/read/2017/10/26/11300091/spanyol-tak-berikan-pilihan-catalonia-tetap-ingin-merdeka

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.