Pakai "Jeans" Ketat dan Sepatu Hak Tinggi, Malala Yousafzai Dikritik

Kompas.com - 18/10/2017, 12:43 WIB
Foto inilah yang membuat Malala Yousafzai dikecam netizen, khususnya di Pakistan. Facebook/MirrorFoto inilah yang membuat Malala Yousafzai dikecam netizen, khususnya di Pakistan.
|
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - Aktivis hak-hak perempuan Malala Yousafzai menjadi sasaran ejekan di dunia maya karena mengenakan celana jins dan sepatu hak tinggi di pekan pertamanya menimba ilmu di Universitas Oxford.

Penerima Nobel itu dikritik setelah fotonya, meski belum diverifikasi kebenarannya, diterbitkan sejumlah media di Pakistan.

Sebelum dimuat di media, foto Malala itu disebar di laman forum warga Pakistan di Facebook, Siasat.pk pada akhir pekan lalu.

Dia dikritik karena mengganti pakaian tradisional Pakistan yang biasa dikenakannya dengan celana jins ketat, sepatu bot hak tinggi, dan jaket bomber.

Baca: Malala dan Pelapor PBB untuk Myanmar Kritik Suu Kyi

Tak hanya mengecam, sejumlah netizen bahkan menyamakan penampilan Malala itu dengan bintang film porno Mia Khalifa.

"Dia adalah pemain dari permainan yang diciptakan AS, saya amat malu mengatakan bahwa dia seorang warga Pakistan," kata Yaseen Khan, seorang netizen.

"Mia Khalifa yang baru," ujar seorang dengan akun bernama UxMan MaAn.

Sementara seorang netizen bernama Shaiq Sirajuddin Shah mengatakan, seharusnya perempuan tak mengenakan jins ketat seperti itu.

Namun, tak sedikit netizen yang membela Malala dengan penampilan barunya itu.

"Malala mengenakan pakaian Barat biasa dan para polisi moral langsung muncul. Seberapa banyak pria yang mempertahankan pakaian tradisional?" ujar Huraira lewat Twitter.

"Banyak orang berteriak saat Malala mengenakan celana jins tetapi diam saja saat dia ditembak," ujar Imaan Mazari-Hazir, seorang netizen lainnya.

Dukungan juga datang dari Anita Anand, presenter BBC yang membawakan program Any Answer? di BBC Radio 4.

"Sejauh yang saya pahami, Malala bisa mengenakan pakaian apapun yang dia sukai," kata Anita.

"Kritik ini datang dari kelompok yang benar-benar keras, saya tak yakin apapun yang dilakukan Malala bisa memuaskan mereka," tambah Anita.

Malala sendiri tak mengomentari masalah tersebut. Lewat akun Twitter-nya dia malah berkisah soal buku terbarunya Malala's Magic Pencil.

Ini adalah buku bergambar bertama karya Malala yang terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya.

Baca: Malala Yousafzai Dapat Tawaran dari Universitas Terkenal di Inggris

Nama Malala dikenal ketika berusia 11 tahun dia menulis blog untuk BBC Urdu. Lewat blognya dia bercerita bagaimana Taliban menguasai Lembah Swat di Pakistan pada 2007.

Di sana, Taliban melakukan pembunuhan, menghancurkan sekolah, dan memaksa semua perempuan mengenakan burka.

Malala yang kini berusia 20 tahun, nyaris kehilangan nyawa pada 2012 setelah ditembak seorang anggota Taliban Pakistan karena terus mengkampanyekan pentingnya pendidikan untuk perempuan.



Sumber Mirror
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X