Malala dan Pelapor PBB untuk Myanmar Kritik Suu Kyi

Kompas.com - 04/09/2017, 20:43 WIB
Malala Yousafzai www.malala-yousafzai.comMalala Yousafzai
EditorPascal S Bin Saju

YANGON, KOMPAS.com - Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, dan Pelapor Khusus HAM PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee, mengeritik pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, karena gagal melindungi etnis minoritas Rohingya.

"Setiap kali saya melihat berita tersebut, hati saya hancur karena penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar," kata aktivis Pakistan, Yousafzai, dalam sebuah pernyataan di Twitter, seperti dilaporkan kantor berita Perancis, AFP, Senin (4/8/2017).

"Selama beberapa tahun terakhir ini saya berulang kali mengecam perlakuan tragis dan memalukan ini. Saya masih menunggu Peraih Nobel, Aung San Suu Kyi, agar melakukan hal serupa," tambahnya.

Baca: Tokoh Agama Buddha Indonesia Serukan Bantuan untuk Rohingya 

Kritikan dan kecaman juga datang dari negara-negara Muslim di kawasan ASEAN. Mereka menyuarakan perdamaian dan penghentian kekerasan terhadap etnis minoritas Rohingya dan “diam”nya Suu Kyi atas kekerasan di negara bagian Rakhine yang menyebabkan pengungsian besar.

Sedangkan Lee, sebagaimana dilaporkan BBC Indonesia,  menyadari bahwa Suu Kyi berada dalam posisi yang sulit namun tetap mengkritiknya karena tidak mengecam kekerasan.

 "Pemimpin de facto perlu bertindak... Itulah yang kita harapkan dari setiap pemerintahan, untuk melindungi setiap orang dalam yurisdiksinya. Dia terperangkap antara batu dan tempat yang keras, namun saya kira saatnya baginya untuk ke luar dari sana sekarang."

Lee menambahkan, sulit untuk meyakini laporan-laporan bahwa militer Myanmar membakar kampung-kampung orang Rohingya di Rakhine.

Baca: Presiden PKS Minta Masalah Rohingya Tak Dibawa ke Tanah Air

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X