Kompas.com - 19/09/2017, 06:32 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Demikian dikatakan pengacara Sally Gleeson dari kantor Turner Freeman.

Baca: Mahasiswa Unibraw Buat Alat Terapi Kanker Payudara dari Buah Ciplukan

Salah seorang dari lima penggugat utama adalah wanita asal Australia Barat yang pada tahun 2015 mengalami serangan jantung, saat melakukan pembesaran payudara di klinik TCI di Parramatta.

Peserta class action lainnya termasuk wanita asal New South yang menderita kejang selama menjalani operasi, dan seorang mahasiswi di Queensland yang membutuhkan operasi darurat setelah mengalami infeksi parah pasca operasi.

"Perusahaan The Cosmetics Institute telah menimbulkan sejumlah korban yang dijanjikan operasi kosmetik berkualitas tinggi dalam lingkungan medis yang canggih."

"Namun sebaliknya, mereka malah mengalami cedera serius dan penderitaan yang terus berlanjut sebagai hasil dari pengobatan mereka," kata Gleeson.

Gugatan ini juga menuduh TCI menggunakan teknik bedah yang sama pada hampir semua pasien, terlepas dari ukuran atau bentuk payudara mereka.

Hal ini mengakibatkan implan dan jaringan parut yang tidak tepat.

The Cosmetic Institute menggambarkan perusahaannya sebagai operator "pembesaran payudara terbesar" di Australia.

Kliniknya berada di Sydney, Gold Coast, dan Melbourne, dan menawarkan operasi pembesaran payudara seharga 5.990 dollar Australia, atau sekitar Rp 63,5 juta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.