Kompas.com - 28/07/2017, 17:53 WIB
Dokumentasi Kerajaan Thailand, menggambarkan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn memberikan penghormatan kepada almarhum ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, sesaat setelah dia didaulat menjadi Raja bru Thailand, Kamis (1/12/201).

 STRINGER / Royal Thai Bureau / AFPDokumentasi Kerajaan Thailand, menggambarkan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn memberikan penghormatan kepada almarhum ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, sesaat setelah dia didaulat menjadi Raja bru Thailand, Kamis (1/12/201).
EditorGlori K. Wadrianto

BANGKOK, KOMPAS.com - Para biksu di Bangkok berkumpul dalam upacara pemberian zakat dan peluncuran perangko peringatan, Jumat (28/7/2017).

Acara itu menandai ulang tahun ke-65 Maha Raja Vajiralongkorn, dan menjadi peringatan pertama sejak dia menjadi Raja Thailand.

Vajiralongkorn naik takhta akhir tahun lalu setelah kematian ayahnya Bhumibol Adulyadej.

Hingga hari ini, Thailand masih dalam masa berkabung atas kematian Bhumibol.

Baca: Vajiralongkorn Resmi Diangkat Jadi Raja Thailand

Sehingga, perayaan ulang tahun raja hari ini menjadi lebih "senyap" dibandingkan perayaan serupa di masa lalu, yang diwarnai parade dan perayaan lainnya.

Seperti diberitakan AFP, tidak ada kejelasan apakah Vajiralongkorn berada di Thailand, atau di luar negeri, di mana dia menghabiskan sebagian besar waktunya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca: Raja Thailand Tidak Terluka dalam Insiden Penembakan di Jerman

Sebelumnya, Raja Thailand ini  tidak menghadiri upacara keagamaan di Royal Plaza Bangkok, di mana lebih dari 600 biksu Buddha berbaris menerima sedekah dari Kepala Junta Prayut Chan-O-Cha dan pejabat lainnya.

Di bagian lain Ibu Kota Thailand, para pebisnis lokal memasang potret raja baru, sementara simpatisan berbaris untuk mendapatkan prangko edisi khusus raja.

"Hari pertama penjualan cap pertama pada masa pemerintahan Raja Rama X (Vajiralongkorn), disambut dengan ketertarikan besar dari publik."

Demikian pernyataan pihak layanan pos Thailand.

Urusan kerajaan sangat sensitif di Thailand, di mana monarki memiliki kekuatan terbatas di atas kertas, namun memiliki pengaruh luas dalam kehidupan nyata. 

Lembaga ini dilindungi dari kritik oleh undang-undang penghinaan,  yang ditegakkan secara agresif oleh junta ultra-royalis. Telah ada sejumlah pelanggar yang kemudian berakhir di penjara.

Baca: Raja Thailand Teken Konstitusi Baru Dukungan Militer

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.