Kompas.com - 30/06/2017, 18:32 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

"Untuk mendesak agar saluran semacam itu ditutup sangat luar biasa, belum pernah terjadi sebelumnya, dan jelas tidak masuk akal," kata dia.

Dengan dukungan Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain, Saudi mengumumkan pada 5 Juni bahwa mereka menangguhkan semua hubungan dengan Qatar.

Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok ekstremis. Sebuah klaim yang dibantah oleh Doha.

Selanjutnya, negara-negara itu menutup wilayah udara dan memblokade satu-satunya batas daratan Qatar.

Colville mengatakan, Zeid mendesak kelima negara untuk mengambil tindakan dalam menyelesaikan perselisihan ini dengan cara yang tenang, masuk akal, dan halal.

Menurut dia, negara-negara Teluk harus memastikan bahwa tindakan yang mereka lakukan tidak berdampak pada hak asasi manusia.

Baca: Wikileaks Sebut UEA Pernah Minta AS Mengebom Al Jazeera

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.