Kompas.com - 31/05/2017, 14:51 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Kementerian Dalam Negeri meminta penduduk Kabul untuk menyumbangkan darah.

Tidak ada pihak yang langsung mengklaim tanggung jawab, namun serangan tersebut terjadi saat Taliban bangkit kembali melakukan serangan tahunan "musim semi mereka".

Kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) tidak mengeluarkan klaimnya sebagaimana aksi-aksi sebelumnya.

Klaim ISIS itu antara lain ketika terjadi sebuah ledakan besar yang menargetkan sebuah konvoi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Serangan itu menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 28 orang pada 3 Mei lalu.

Najib Danish, Jurubicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan, hasil temuan awal menunjukkan serangan terbaru ini adalah sebuah bom truk.

Manpreet Vohra, utusan India di Afganistan, mengatakan kepada saluran televisi Times Now, bom tersebut meledak sekitar 100 meter dari Kedubes India.

Ledakan itu juga menghancurkan jendela-jendela di sejumlah Kedubes.

"Dua staf Kedubes Jepang menderita luka ringan, mereka terluka," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo.

Baca: Korban Bom di Kabul, 49 Orang Tewas dan 320 Orang Terluka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.