MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa pengamanan di lokasi-lokasi wisata di Filipina yang menjadi sasaran kelompok teroris sudah ditingkatkan.
Penegasan Duterte itu disampaikan pasca merebaknya ancaman penculikan warga asing di lokasi wisata di Filipina, termasuk di Palawan.
Selama ini, Palawan yang berada di wilayah barat negara Filipina, merupakan salah satu destinasi turis mancanegara.
Namun keberadaan lokasi itu, kini mendapat sorotan menyusul ancaman kelompok teroris yang mengincar warga asing yang berada di sana.
Seperti diberitakan AFP, Rabu (10/5/2017), lokasi di Filipina tengah dan barat kian menjadi perhatian, setelah ada upaya penculikan yang gagal bulan lalu.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tentang adanya ancaman penculikan di kawasan itu.
"Kedutaan Besar AS telah menerima informasi yang kredibel bahwa kelompok teroris merencanakan operasi penculikan yang menargetkan warga negara asing di wilayah Palawan," demikian bunyi pengumuman perjalanan dari pihak AS.
Kedutaan AS mengidentifikasi dua lokasi, yakni Ibu Kota Puerto Princesa dan sungai bawah tanah terdekat yang menarik ribuan pengunjung setiap hari, sebagai daerah yang ditargetkan oleh para penculik.
Puerto Princesa berjarak sekitar 400 kilometer barat laut di pulau sebelah selatan Filipina, yang merupakan benteng Abu Sayyaf.
Abu Sayyaf adalah kelompok teroris yang berjanji setia kepada kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan sering menculik orang asing.
Abu Sayyaf bulan lalu mencoba melakukan penculikan di Pulau Bohol, sebuah tujuan wisata populer di Filipina tengah.
Namun upaya itu digagalkan setelah pihak berwenang mengetahui adanya rencana tersebut.
Pasukan keamanan menemukan anggota kelompok teroris, sehari setelah mereka tiba dengan kapal cepat dari Bohol.
Bohol terletak 500 kilometer di sebelah utara pangkalan Abu Sayyaf. Mereka terlibat baku tembak dalam insiden hari itu.
Sembilan militan, tiga tentara, dan satu polisi tewas dalam bentrokan tersebut. Demikian penjelasan pihak berwenang.
Mereka juga mengatakan seorang teroris lainnya tewas dalam tahanan polisi.
Serangan di Bohol terjadi beberapa hari setelah Kedutaan AS mengeluarkan sebuah peringatan tentang potensi aksi penculikan di sana dan di pulau tetangga Cebu, yang memiliki kota besar dengan nama yang sama.
Abu Sayyaf sejak didirikan pada tahun 1990-an menculik lusinan orang asing dan lebih banyak lagi penduduk setempat untuk mendapatkan uang tebusan.
Baca: Filipina Bunuh Tokoh Senior Abu Sayyaf
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.