Kompas.com - 03/04/2017, 13:06 WIB
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sissi merombak kabinetnya dan melantik sembilan menteri dan lima gubernur baru, termasuk seorang perempuan (Foto: Ilustrasi).
Associated PressPresiden Mesir Abdel Fattah al-Sissi merombak kabinetnya dan melantik sembilan menteri dan lima gubernur baru, termasuk seorang perempuan (Foto: Ilustrasi).
EditorGlori K. Wadrianto

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump segera bertemu dengan koleganya Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi in Washington di Washington, pada Senin waktu setempat, atau Selasa WIB (4/4/2017).

Diberitakan AFP, pertemuan itu digelar di tengah gencarnya sorotan terhadap Presiden al-Sisi terkait rekam jejaknya dalam persoalan hak asasi manusia. 

Bagi Sisi, kesempatan memberikan ucapan selamat atas kemenangan Trump dalam pilprea AS di Oval Office, Gedung Putih memiliki arti tersendiri. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, selama ini, al-Sisi tak pernah mendapat undangan semacam itu dari Presiden AS Barack Obama.

Baca: April, al-Sisi Injakkan Kaki Pertama Kali di AS Sejak Jadi Presiden Mesir

Sementara itu, terkait proses perdamaian Palestina dan Israel diharapkan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan kedua kepala negara ini.

Demikian pula soal perjuangan menumpas kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mesir dan Jordan adalah dua negara di wilayah Arab yang menandatangani kesepakatan damai dengan Israel, dan ke depan akan menjadi pemain kunci dalam upaya baru mencapai perdamaian. 

Sebelumnya, Presiden Trump sudah mengirimkan sinyal-sinyal terkait bagaimana dia akan menyikapi proses perdamaian yang mengalami jalan buntu sejak April 2014 itu. 

Dia pun telah mengakhiri kebijakan AS yang berlaku selama beberapa dekade terakhir dengan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bulan Februari lalu. 

Saat itulah, Trump menyatakan ia tidak terikat dengan solusi dua negara, yang berarti negara Palestina merdeka dan  berdampingan dengan Israel. 

Trump mengatakan dia akan terbuka untuk solusi satu negara, jika itu berarti perdamaian. Namun, Trump juga menyerukan kepada Israel sedikit menahan diri terkait upaya itu.

Baca: Soal Negara Palestina, Liga Arab Mengultimatum Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.