Beijing: Tidak Ada Pulau Buatan di Laut China Selatan

Kompas.com - 31/03/2017, 13:40 WIB
Pulau Thitu atau Pagasa di Laut China Selatan, yang dikuasai Filipina, namun dalam sengketa dengan China. AMTI CSISPulau Thitu atau Pagasa di Laut China Selatan, yang dikuasai Filipina, namun dalam sengketa dengan China.
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan China menyatakan tidak ada pulau-pulau buatan di Laut China Selatan yang disengketakan dan menegaskan bahwa setiap kegiatan pembangunan diutamakan untuk tujuan sipil.

Entah apa yang sedang diperlihatkan China sehingga kegiatannya mereklamasi sejumlah pulau di Laut China Selatan sebagai bukan pembangunan pulau buatan.

Selama ini, karang atol yang kecil direklamasi dan ditimbun sehingga China dapat membangun berbagai fasilitan, seperti landasan pacu pesawat, dermaga, dan tiang radar.

China yang mengklaim sebagian besar wilayah kaya akan sumber daya alam itu sebenarnya telah melakukan reklamasi lahan dan konstruksi skala besar di beberapa pulau di Kepulauan Spratly.

Di wilayah yang sama China sebenarnya melakukan tumpang tindih klaim dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Selain Taiwan, empat negara lain itu adalah anggota ASEAN.

Penimbunan batu karang untuk menjadi sebuah pulau dengan daratan yang lebih luas, hasil reklamasi, sebenarnya tidak lain adalah pulau buatan.

Di atas pulau-pulau hasil reklamasi itu, China membangun bandara, pelabuhan, dan fasilitas lainnya.

CSIS/AMTI/Digital Globe/Reuters Pembangunan di pulau karang Fiery Cross di Kepulauan Spratly, menurut citra satelit yang direkam pada 9 Maret 2017, yang dirilis oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wu Qian, justru menyampaikan pernyataan sebaliknya, Ia mengatakan, ada pekerjaan konstruksi yang dilakukan sesuai dengan hak-hak China seperti di Kepulauan Spratly yang masuk dalam teritorialnya.

"Tidak ada hal yang dituduhkan seperti pulau-pulau buatan manusia," kata Wu pada konferensi pers rutin bulanan. "Sebagian besar bangunan adalah untuk tujuan sipil, termasuk fasilitas pertahanan yang diperlukan," katanya menambahkan.

Laut China Selatan secara umum stabil pada saat ini. Namun, beberapa negara di luar kawasan, termasuk Amerika Serikat dan Jepang, cemas tentang hal ini.

Ketika didesak untuk menjelaskan komentarnya bahwa tidak ada pulau buatan, Wu menolak untuk menerangkan lebih lanjut dan mengatakan bahwa China sudah memberikan penjelasan lengkap dari proses pekerjaan konstruksi.

AMTI CSIS Perbandingan landasan pacu di Laut China Selatan
Awal pekan ini sebuah lembaga kajian pakar AS mengatakan, China tampaknya telah menyelesaikan sebagian besar konstruksi utama dari infrastruktur militer di pulau-pulau buatan yang dibuat di Laut China Selatan.

Beberapa bandara siap digunakan. China berulang kali membantah tuduhan menjadikan Laut China Selatan sebagai zona militer. Tidak ada kegiatan militerisasi kawasan, kata Beijing.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X