Kompas.com - 22/02/2017, 21:45 WIB
EditorErvan Hardoko

TEHERAN, KOMPAS.com — Iran melarang grandmaster catur belia, Dorsa Derakhshani (18), bergabung dengan tim nasional negeri itu karena menolak mengenakan hijab.

Dorsa dicoret dari tim nasional setelah tak mengenakan hijab saat bertarung dalam turnanen Tradewise Gibraltar Chess Festival 2017.

Adik laki-lakinya, Borna (15), juga bernasib sama setelah bersedia bertanding dengan pecatur Israel, Alexander Huzman, dalam turnamen yang sama.

Dorsa mendapatkan gelar master internasional dan grandmaster wanita tahun lalu. Saat ini, dia tinggal di Barcelona, Spanyol, setelah mengambil tawaran untuk tinggal selama setahun di kota itu.

Ketua Federasi Catur Iran, Mehrdad Pahlenvanzadeh, mengatakan, pihak federasi akan menangani masalah ini dengan tegas.

"Langkah pertama adalah melarang mereka bermain atas nama Iran dan mereka tak akan pernah masuk tim nasional," kata Pahlenvanzadeh.

Langkah ini langsung mendapat kecaman dari aktivis jender Iran yang tinggal di Belgia, Darya Safai.

"Bagi saya, Dorsa adalah feminis sejati, bukan Pemerintah Swedia yang mengenakan hijab saat bersama (Presiden Hassan) Rouhani," kata Darya lewat akun Twitter-nya.

Darya merujuk kepada sejumlah pejabat Pemerintah Swedia, sebagian mengklaim sebagai feminis, yang berkunjung ke Iran pada awal bulan ini.

Delegasi Swedia itu mendapatkan kritik karena dengan mengenakan hijab seolah mereka melegitimasi pembatasan hak-hak perempuan di Iran.

Ini bukan kali pertama aturan hijab yang diberlakukan Pemerintah Iran memicu kontroversi, terutama saat terkait dengan ajang atau turnamen internasional.

Pada September 2016, para pecatur perempuan menuduh Federasi Catur Dunia (FIDE) gagal membela hak-hak perempuan setelah menyetujui syarat Iran yang mengharuskan pecatur perempuan mengenakan hijab saat terlibat dalam kejuaraan dunia catur di Teheran.

Para pecatur perempuan berisiko ditangkap aparat keamanan jika tak mengikuti aturan tersebut. Alhasil, juara catur AS Nazi Paikidze memboikot sebagai bentuk protes. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.