Kompas.com - 25/01/2017, 12:51 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Barack Obama sudah lama berjanji kepada istrinya, Michelle, bahwa dia akan memberinya liburan istimewa setelah tak menjadi presiden.

Janji itu kini ditepati, Obama memboyong keluarganya ke pulau Necker di Karibia, yang adalah milik pribadi Richard Branson pengusaha Inggris pemilik kelompok usaha Virgin.

Mantan keluarga nomor satu di AS itu pada Senin (24/1/2017) terlihat sedang berfoto dengan para staf bandara di Kepulauan Virgin, sebelum menaiki perahu motor menuju ke pulau resor mewah itu.

Pulau Necker memang biasa disewa wisatawan berkantung tebal. Maklum pulau dengan rumah yang bisa menampung 34 orang dan staf 100 orang itu memiliki harga sewa yang mahal.

Untuk menyewa pulau ini, siapapun harus membayar sewa sebesar 80.000 dolar AS atau sekitar Rp 1 miliar semalam.

Sejauh ini tak diketahui apakah Obama membayar semua biaya liburannya atau mendapatkan harga khusus dari Richard Branson.

Juru bicara Virgin Limited Edition yang mengelola jaringan resor wisata milik Richard Branson, mengatakan tak bisa membuka informasi soal biaya yang harus dikeluarkan keluarga Obama.

Namun, Richard Branson dikenal merupakan salah seorang pendukung Obama dan Hillary Clinton.

Dia juga dikenal dan sangat terbuka mengakui ketidaksukaannya terhadap Presiden Donald Trump.

Tak suka Trump

Pada Oktober lalu, Branson, yang memiliki kekayaan sekitar tak kurang dari Rp 65 triliun itu, menceritakan pertemuannya dengan Donald Trump beberapa tahun lalu.

"Beberapa tahun lalu, Trump mengundang saya makan siang sekaligus menggelar pertemuan empat mata di apartemennya di Manhattan. Kami belum pernah bertemu sebelumnya dan undangan itu saya penuhi," ujar Branson.

"Sebelum makanan pembuka tiba, Trump bercerita bahwa dia sudah meminta beberapa orang membantunya untuk menghadapi kebangkrutan dan lima dari beberapa orang itu menolak membantu," tambah Branson.

Branson menambahkan, Trump mengatakan dia akan menghabiskan sisa hidupnya untuk menghancurkan kelima orang itu.

"Dia tak berbicara hal lain dan saya melihat itu adalah hal yang sangat aneh. Saya katakan kepada dia bahwa niatnya itu bukan hal yang bagus untuk menghabiskan hidupnya," ujar Branson.

"Saya katakan kemarahan akan menghancurkan dia lebih dari kelima orang itu. Pasti ada jalan yang lebih baik untuk mengisi hidup," tambah Branson.

Branson mengatakan, dia sangat terkejut karena dia diundang makan siang hanya untuk mendengarkan gerutuan itu.

"Padahal saya sempat berpikir, Trump akan meminta bantuan finansial kepada saya. Akhirnya saya pulang dengan hati sedih setelah mendengarkan Trump," kata dia.

Dukungan Branson terhadap Obama masih terlihat saat menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS.

Saat itu, Branson mengunggah fotonya bersama Obama disertai ucapan singkat: "Terima kasih Obama."
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.