Kompas.com - 30/11/2016, 06:30 WIB
Asap mengepul di wilayah kota Aleppo yang dikuasai pemerintah Suriah akibat tembakan dari kubu pemberontak. Kekerasan yang terus berlangsung membuar rencana PBB untuk menggelar evakuasi medis pada Jumat (21/10/2016), batal. GEORGE OURFALIAN / AFPAsap mengepul di wilayah kota Aleppo yang dikuasai pemerintah Suriah akibat tembakan dari kubu pemberontak. Kekerasan yang terus berlangsung membuar rencana PBB untuk menggelar evakuasi medis pada Jumat (21/10/2016), batal.
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, ada sekitar 16.000 warga sipil yang telah melarikan diri dari Aleppo Timur, Suriah, dalam beberapa hari ini.

Hal itu menyusul agresi pasukan pemerintah Suriah di sana.

Terkait kondisi itu, Perancis pun meminta agar diadakan sidang Dewan Keamanan PBB guna membahas keadaan di Kota Aleppo.

Dalam pernyataan tertulis Selasa (29/11/2016), Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault mengatakan, ada kebutuhan mendesak bagi penghentian permusuhan dan akses untuk bantuan kemanusiaan bagi penduduk dari kota yang terkepung itu.

"Hari ini sekitar satu juta orang terkepung menurut PBB, tidak hanya di Aleppo, Homs, tetapi juga di Ghouta dan Idlib, ini adalah kenyataan dari situasi di Suriah sekarang," kata Ayrault.

"Perancis mengambil inisiatif untuk mengkonfrontasi strategi perang total yang dilancarkan rejim Suriah dan sekutunya, yang memanfaatkan situasi yang tidak menentu di AS," kata dia lagi.

"Perancis akan mempertemukan secara cepat kelompok kerabat Suriah dalam beberapa hari mendatang di Paris," kata Menlu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami juga akan meneruskan perjuangan kami di DK PBB untuk menghasilkan sebuah resolusi yang mengecam penggunaan senjata kimia oleh rejim Suriah. Ini merupakan kenyataan,” kata Menlu Ayrault lagi.

Sementara, pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan sedikitnya 10 warga sipil tewas dalam serangan udara di Bab al-Nairab.

Bab al-Nairab adalah salah satu distrik di Allepo timur yang masih dikuasai oleh pasukan pemberontak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X