Bom Pipa di New Jersey Kemungkinan Terkait Terorisme

Kompas.com - 18/09/2016, 13:45 WIB
Bom di New Jersey, AS Ocean County Prosecutor's Office / Facebook Bom di New Jersey, AS
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com - Sebuah bom pipa meledak di wilayah kota pantai New Jersey pada Sabtu waktu setempat, di sepanjang rute aksi sosial lomba lari penggalangan dana untuk veteran militer Amerika Serikat (AS).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun aksi tersebut diperkirakan merupakan aksi yang terkait terorisme. Demikian keterangan resmi petugas, seperti dikutip dari Reuters.

Sebuah peledak yang diletakkan di tempat sampah meledak 30 menit sebelum jadwal aksi sosial tersebut dimulai. Secara kebetulan, aksi tersebut juga tertunda. Aksi sosial tersebut sedianya dilaksanakan di Seaside Park, sekitar 80 mil dari kota New York.

Ledakan bom pipa tersebut juga tidak mengakibatkan kerusakan infrastruktur di sekitar lokasi yang berarti.

Para pelari dan kerumunan massa dilaporkan tidak ada yang mengalami luka serius. Ledakan diperkirakan terjadi sekitar pukul 9.30 pagi waktu setempat.

Kejadian ini mengingatkan luka mendalam warga AS akan bom di ajang Boston marathon pada 2013 yang menewaskan tiga orang dan melukai 260 warga yang menonton ajang tersebut.

Pihak FBI, biro investigasi federal di AS, menyelidiki insiden ini dan meminta publik untuk memberikan informasi yang berguna bagi penyelidikan.

Kompetisi lari untuk amal ini bertajuk Seaside Semper Five 5K. Segera setelah insiden, ajang sosial ini langsung dihentikan.

Pihak berwenang menutup pantai di wilayah penyelenggaraan acara dan mengevakuasi warga di sekitar lokasi ledakan. Tujuannya, untuk mengamankan wilayah jika kemungkinan ada bom lain di sekitar lokasi.

Brad Cohen, agen spesialis FBI, melaporkan dalam sebuah konferensi pers, bahwa para penyelidik menyimpulkan bahwa bom ini bukan ancaman ke warga. Sementara warga yang sebelumnya dievakuasi dari wilayah sekitar lokasi sudah diperbolehkan pulang.

Laporan dari pihak berwenang menyebutkan, penyelenggaraan lomba tertunda akibat keterlambatan registrasi. Sementara bom meledak sebelum para pelari melewati jalur tersebut.

"Sangat jelas jika bom itu dimaksudkan untuk mengacaukan lomba lari. Bom meledak pukul 09.35," kata Al Della Fave, juru bicara kantor Ocean County Prosecutor melalui wawancara dengan CNN.

Tak lama berselang, di Chelsea, New York juga terjadi ledakan yang tepatnya terjadi pada 20.30 malam waktu setempat. Sebanyak 29 orang dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X