Kompas.com - 26/07/2016, 18:43 WIB
Para prajurit naik di atas tank dalam latihan militer bersama antara Lituania, Polandia dan Ukraina pada September 2012 di Pabrade, dekat Vinius, Lithuania. AFPPara prajurit naik di atas tank dalam latihan militer bersama antara Lituania, Polandia dan Ukraina pada September 2012 di Pabrade, dekat Vinius, Lithuania.
EditorErvan Hardoko

WARSAWA, KOMPAS.com - Sebuah penelitian terbaru memperkirakan, Rusia bisa menginvasi Polandia dalam semalam dan dengan mudah menggulung negara-negara NATO lainnya.

"Bahkan jika saat ini Moskwa tidak memiliki niat untuk memerangi NATO secara langsung, hal ini bisa berubah dalam semalam dan serangan bisa terjadi sangat cepat karena sudah lama direncanakan," demikian peringatan dari laporan Atlantic Council.

"Rusia memiliki kemampuan besar untuk melakukan serangan semacam itu," lanjut studi tersebut.

Atlantic Council, lembaga "think-tank" yang berbasis di AS tersebut melanjutkan, waktu serangan Rusia itu memang tak bisa diprediksi.
Namun, Rusia bisa menyerang dengan cepat saat NATO dan AS disibukkan oleh "krisis lain" atau sebagai reaksi atas aktivitas NATO yang dipersepsikan salah.

Laporan berjudul "Arming for Detterence" itu juga mengklaim bahwa NATO akan sangat lambat dalam merespon serangan Rusia ke Polandia.

Sehingga, militer Polandia harus mampu menahan pasukan penyerbu itu dan membuat kerusakan cukup berarti untuk memberi cukup waktu bagi pasukan pendukung tiba di negeri itu.

"Jumlah pasukan NATO yang ada di kawasan itu tak cukup banyak untuk melakukan hal itu," masih menurut laporan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laporan itu juga memberikan sejumlah saran yang harus dilakukan untuk menghadapi Rusia, antara lain modernisasi persenjataan, insentif bagi warga usia "militer" agar tidak meninggalkan negaranya untuk mencari pekerjaan.

Polandia bergabung dengan NATO pada 1999, satu dekade setelah ambruknya negara-negara komunis Eropa Timur dukungan Moskwa.

Selama ini, Warsama sangat kritis mengecam aksi Rusia di Ukraina dan berulang kali meminta agar NATO meningkatkan kehadiran di Polandia.

NATO menegaskan komitmennya untuk menyiagakan empat batalion tempur di Eropa Timur menyusul aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Krimea pada 2014.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.