Milisi Liwa Thuwar al-Raqqa, Penyelamat Warga Asing yang Lari dari ISIS

Kompas.com - 13/05/2016, 22:28 WIB
Milisi Liwa Thuwar al-Raqqa sejak 2013 melawan ISIS dari luar kota Raqqa dan menyelamatkan warga Barat yang ingin melarikan diri dari wilayah ISIS. Getty/Washington PostMilisi Liwa Thuwar al-Raqqa sejak 2013 melawan ISIS dari luar kota Raqqa dan menyelamatkan warga Barat yang ingin melarikan diri dari wilayah ISIS.
EditorErvan Hardoko

DAMASKUS, KOMPAS.com - Seorang perempuan Inggris dan lima anaknya berhasil meninggalkan wilayah yang dikuasai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah diselamatkan oleh milisi anti-ISIS dari kota Raqqa, Suriah.

Liwa Thuwar al-Raqqa atau Brigade Revolusioner Raqqa, membawa keluarga itu di tengah malam ke sebuah tempat aman di dekat perbatasan dengan Turki.

Kelompok ini tak memberikan identitas perempuan itu selain bahwa perempuan tersebut berasal dari Bradford dan meninggalkan keluarganya untuk datang ke Suriah tahun lalu.

Kepada harian Daily Mail, milisi Liwa Thuwar al-Raqqa hanya mengatakan, keluarga asal Inggris itu kini berada di wilayah yang dikendalikan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang merupakan lawan dari ISIS dan pasukan pemerintah Suriah.

Tak hanya perempuan Inggris ini yang diselamatkan Liwa Thuwar al-Raqqa, yang memusatkan pasukannya di berbagai desa di sekitar kota Raqqa yang diklaim sebagai ibu kota kekilafatan bentukan ISIS.

Seorang perempuan warga Perancis dan seorang anaknya juga diselamatkan kelompok itu beberapa pekan lalu. Untuk mengucapkan rasa terima kasihnya, perempuan Perancis itu muncul dalam sebuah video di YouTube.

Perempuan berusia 25 tahun itu mengatakan selama setahun tinggal di Raqqa dia mengalami dua jenis teror, yaitu teror dari ISIS dan serangan udara koalisi pimpinan AS.

"Dalam beberapa pekan terakhir kami sukses menyelamatkan banyak orang dari Daesh (sebutan ISIS dalam bahasa Arab), termasuk beberapa pejuang asing," ujar juru bicara Liwa Thuwar al-Raqqa.

Kelompok ini pula yang berhasil menyelamatkan Abu Ali (38), warga Jordania yang masuk ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS sebelum menyesali keputusannya itu.

Abu Ali baru menyadari kesalahannya setelah dia dipaksa melihat video ISIS saat membakar hingga tewas pilot asal Jordania, Moaz al-Kasasbeh.

Halaman:


Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X