Kompas.com - 22/04/2016, 07:22 WIB
Para algojo ISIS memperlihatkan pisau yang dipakai untuk mengeksekusi 250 perempuan Irak Daily MirrorPara algojo ISIS memperlihatkan pisau yang dipakai untuk mengeksekusi 250 perempuan Irak
|
EditorPascal S Bin Saju

MOSUL, KOMPAS.com – Sebanyak 250 perempuan Irak yang kukuh mempertahankan harga dirinya, digorok oleh ‘kelompok penjahat’ Negara Islam di Irak dan Suriah.

Mereka dihabisi karena menolak menjadi budak seks atau wanita bergilir bagi para penganut ideologi kekerasan dan kekejaman, yang acap bertindak melampaui malaikat pencabut nyawa.

Situs berita Daily Mirror, Kamis (21/4/20106) sore, melaporkan, para perempuan itu tetap tegar meski algojo-lagojo ISIS sedang bersiap dengan pisau untuk menggorok leher mereka.  

Tidak ada kata menyerah. Lebih baik mati bersimbah darah, daripada melihat wajah-wajah bengis menggilir mereka saban hari untuk memuas hasrat seks.

Para perempuan pemberani itu dibantai secara keji di Mosul, kota terbesar kedua Irak yang terletak di bagian utara negara itu. Mosul sedang dalam kekuasaan ISIS.

“Sedikitnya 250 perempuan Irak telah dieksekusi oleh militan ISIS, karena mereka menolah menjadi budak seks,” tulis Daily Mirror mengutip propaganda ‘gerombolan penjahat’ itu.

Para perempuan dihadapkan pada dua pilihan, yakni menerima tawaran ‘kawin kontrak’ atau ‘dieksekusi’.  Mereka tegas menolak pilihan pertama dan lebih baik mati dengan cara apapun.

Berbagai laporan tentang ‘kawin kontrak’ ala ISIS. Istilah itu merujuk suatu waktu tertentu. Bisa untuk seminggu hingga beberapa bulan dan setelahnya perempuan digilir ke militan lain.

Seorang juru bicara untuk Partai Demokrasi Kurdi, salah satu kekuatan yang bertempur melawan ISIS di Irak, mengatakan, "Sebanyak 250 anak perempuan telah dibantai ISIS.”

Juru bicara bernama Sain Mamuzini itu mengatakan, ketika ISIS menguasai masuk Mosul, militan mendatangi setiap keluarga yang memiliki anak gadis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X