Kompas.com - 16/04/2016, 19:50 WIB
EditorErvan Hardoko

WELLINGTON, KOMPAS.com - Sebuah hotel di Rangoria, Selandia Baru, melarang pelanggan yang memakai celana pendek berbahan lycra masuk ke kafe hotel untuk menghindari "pemandangan" yang tak diinginkan.

Celana pendek berbahan seperti ini umumnya digunakan oleh para pesepeda.

"Sepeda adalah obyek yang indah, tetapi seharusnya mereka tak menciptakan lycra," demikian isi sebuah papan pemberitahuan di Hotel Plough.

"Celana pendek lycra dilarang masuk."

Sementara itu sepatu sepak bola berlumpur, celana lari dan sandal jepit masih diperbolehkan di hotel itu.

Pemilik hotel, Mike Saunders menerapkan larangan ini di dalam kafe saat mereka menawarkan menu sarapan.

Dalam wawancara dengan harian Guardian ia mengatakan, "Saya tak memusuhi lycra secara umum. Hanya celana pendek lycra. Banyak pelanggan kami orang tua dan anak-anak. Mereka tak perlu tahu terlalu detail bentuk tubuh pelanggan lain."

Sebagian penduduk kota tempat hotel itu berada mendukung larangan tersebut, dengan alasan persoalan kesehatan, terutama karena keringat para pesepeda itu bisa menempel di kursi dan bangku yang kemudian dipakai pelanggan lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.