Kompas.com - 18/01/2016, 17:55 WIB
EditorFarid Assifa
KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan pihaknya memerlukan langkah lebih aktif untuk mengatasi diskriminasi terhadap perempuan Muslim dan pemisahan pada sejumlah masyarakat Inggris.

Sebuah kajian akan dilakukan Dewan Syariah di Inggris dan dana sebesar £20 juta atau 3,9 miliar dollar AS akan digunakan untuk menyediakan kelas bahasa bagi 22 persen perempuan Muslim di Inggris yang hanya bisa sedikit berbahasa Inggris atau tidak mampu sama sekali.

PM Cameron mengatakan, langkah ini dapat membantu mengatasi radikalisme.

Sebagian warga Muslim mempertanyakan hubungan bahasa dengan ekstremisme.

Lewat tulisan di Times, Cameron mengatakan, kurangnya integrasi dalam masyarakat Inggris terkait sejumlah masyarakat Muslim membantu terbentuknya ekstremisme dan memungkinkan "praktik yang mengerikan" seperti sunat perempuan dan kawin paksa.

"Minggu lalu, saya memimpin pertemuan sekelompok perempuan Muslim cerdas yang menjadi panutan. Dan, saya mendengar contoh menarik begitu banyak perempuan yang hidup di negara kita, (tetapi) sebagian memperlihatkan gambaran yang mencemaskan tentang pemaksaan pemisahan berdasarkan jenis kelamin, diskriminasi dan pengasingan masyarakat dari kehidupan Inggris pada umumnya," katanya.

"Ini Inggris. Di negara ini, perempuan dan anak perempuan bebas memilih cara hidupnya," tambah Cameron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.