Kompas.com - 31/03/2015, 09:28 WIB
EditorEgidius Patnistik
SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara (Korut) mengancam akan memberikan "hukuman tanpa ampun" terhadap Korea Selatan (Korsel) jika terus dengan rencananya membuka sebuah kantor lapangan PBB di Seoul untuk memantau catatan hak asasi manusia (HAM) Korea Utara.

Komite Reunifikasi Damai Korea (Committee for Peaceful Reunification of Korea/CPRK), sebuah lembaga negara yang menangani urusan antar-Korea, mengatakan pada Senin (30/3/2015) malam bahwa kantor tersebut merupakan sebuah "provokasi yang tak dapat dimaafkan" dan akan menjadi "sasaran pertama serangan".

PBB pertama kali mengusulkan untuk membuka kantor lapangan pada Mei tahun lalu, menyusul sebuah laporan oleh sebuah komisi PBB yang menyimpulkan bahwa Korea Utara telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Laporan tersebut menjadi dasar bagi sebuah resolusi yang diadopsi Majelis Umum PBB pada Desember. Resolusi itu mendesak Dewan Keamanan untuk mempertimbangkan agar membawa Pyongyang ke Mahkamah Pidana Internasional.

Kantor lapangan tersebut diharapkan akan dibuka di Seoul pada semester pertama tahun ini.

"Begitu sarang kampanye kotor anti-DPRK (Korea Utara) ada di Selatan, tempat itu akan segera menjadi sasaran bagi hukuman tanpa ampun kami," kata CPRK dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korut, KCNA.

Pernyataan itu mengatakan, (Korea) Selatan sedang melakukan "kejahatan keji" terhadap rakyat Korea dengan mengobarkan sentimen internasional terkait catatan hak asasi manusia Pyongyang. Pyongyang secara kategoris telah membantah temuan komisi PBB itu. Korea Utara menyebut temuan tersebut sebuah karya fiksi yang ditulis Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Berdasarkan kesaksian ratusan orang buangan Korea Utara, komisi itu merinci jaringan luas kamp penjara yang menahan hingga 120.000 orang dan mendokumentasikan kasus-kasus penyiksaan, eksekusi, dan pemerkosaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.