Pasukan Kurdi Irak Tuduh ISIS Gunakan Senjata Kimia

Kompas.com - 17/03/2015, 08:36 WIB
Seorang pria Irak memeriksa tulang-belulang anggota kelompok minoritas Yazidi yang dibunuh oleh kelompok militan Negara Islam (IS), setelah pasukan Kurdi menemukan sebuah kuburan massal di dekat Desa Sinuni, di barat laut Sinjar. AFP PHOTO / SAFIN HAMEDSeorang pria Irak memeriksa tulang-belulang anggota kelompok minoritas Yazidi yang dibunuh oleh kelompok militan Negara Islam (IS), setelah pasukan Kurdi menemukan sebuah kuburan massal di dekat Desa Sinuni, di barat laut Sinjar.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Laskar Kurdi di Irak sedang menyelidiki dua lagi serangan senjata kimia yang kemungkinan dilakukan kelompok Negara Islam (ISIS).

Tuduhan-tuduhan pasukan Kurdi Irak pada Senin (16/3/2015) tersebut menyusul klaim serupa hari Sabtu oleh para pejabat Kurdi, yang mengatakan militan menggunakan gas klorin untuk menarget pasukan Peshmerga.

Pemimpin milisi Kurdi, Jenderal Aziz Wesi, mengatakan kepada wartawan, salah satu dari serangan yang dituduhkan itu terjadi akhir Desember lalu di dekat kawasan Sinjar dan yang lainnya di sebelah barat Mosul pada akhir Januari.

Dewan Keamanan Kawasan Kurdistan melansir pernyataan hari Sabtu bahwa hasil analisis laboratorium mendapati jejak klorin dalam sampel-sampel dari lokasi pengeboman antara kota Mosul yang dikuasai ISIS dan perbatasan Suriah.


Kurdi menyatakan, laboratorium ini bekerja sama dengan satu negara mitra dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat yang memerangi kelompok ISIS. Namun, mereka tidak mengidentifikasi negara tersebut maupun laboratoriumnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X