Nigeria Gunakan Tentara Bayaran Afsel untuk Perangi Boko Haram

Kompas.com - 13/03/2015, 08:31 WIB
Pasukan khusus Nigeria berlari melewati pasukan Chad dalam sebuah latihan bersama beberapa waktu lalu. AP PhotoPasukan khusus Nigeria berlari melewati pasukan Chad dalam sebuah latihan bersama beberapa waktu lalu.
EditorErvan Hardoko
ABUJA, KOMPAS.com - Ratusan tentara bayaran Afrika Selatan terlihat ikut ambil bagian dalam kampanye militer Nigeria menghadapi Boko Haram. Para tentara bayaran itu mengoperasikan helikopter serbu, kendaraan lapis baja pengangkut personel dan ikut bertempur merebut kota serta pedesaan.

Pemerintah Nigeria memang tidak mengakui keberadaan tentara bayaran itu. Sejumlah pejabat mengatakan, tentara bayaran Afrika Selatan itu berkemah secara terpisah di bandara Maiduguri dan melakukan sebagian besar operasinya di saat malam.

Seorang pejabat Nigeria yang tak mau disebut kan namanya mengatakan peran para tentara bayaran itu sangat penting dalam babak baru ofensif melawan Boko Haram yang telah memberontak selama enam tahun.

"Mereka berperan di darat, saya sudah melihatnya. Peran mereka sangat penting. Mereka berada di garis depan saat pembebasan beberapa kota. Persenjataan mereka juga lebih bagus ketimbang militer. Saya yakin mereka akan membawa perubahan besar," ujar pejabat itu.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Afrika Selatan tidak memberikan respon terkait kabar ini. Namun, pemeritah Afsel memberikan petunjuk implisit soal keberadaan para tentara bayaran itu.

Kementerian Pertahanan Afsel menyatakan, pemerintah akan menahan para tentara bayaran yang bekerja di luar negeri begitu mereka pulang kembali ke Afrika Selatan.

Perang melawan Boko Haram kini menjadi perang regional setelah Chad, Niger dan Kamerun mengirimkan militernya untuk membantu Nigeria. Satu negara lagi yaitu Benin, telah setuju untuk mengirimkan 8.700 personel militernya.

Negara-negara tetangga Nigeria setuju ikut terlibat dalam perang ini setelah aksi Boko Haram mulai melintasi perbatasan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X