Penyiksaan oleh CIA Diungkap Senat, Tahanan Pertama Langsung Dipindahkan

Kompas.com - 11/12/2014, 04:25 WIB
Logo di lantai lobi kantor pusat Badan Intelijen Amerika (CIA) di Langley, Virginia, Amerika. Gambar diambil pada 14 Agustus 2008. SAUL LOEB / AFPLogo di lantai lobi kantor pusat Badan Intelijen Amerika (CIA) di Langley, Virginia, Amerika. Gambar diambil pada 14 Agustus 2008.
EditorPalupi Annisa Auliani

KABUL, KOMPAS.com - Amerika Serikat telah menyerahkan ke Afghanistan seorang lelaki yang diduga adalah milisi Al Qaeda, yang dalam laporan Senat disebut sebagai obyek pertama dari teknik interogasi dengan penyiksaan oleh badan intelijen Amerika (CIA) di Kabul.

Penyerahan itu dikabarkan oleh pengacara Redha al-Najar, warga Tunisia yang menjadi tahanan terlama Amerika dalam program perang melawan teror. Dia ditangkap pada 2002 karena dituduh menjadi pengawal Osama bin Laden.

Selama ditahan, Redha tak pernah punya kesempatan membela diri di pengadilan dan tak mendapat status tawanan perang. Laporan Senat mengatakan ia telah mengalami siksaan psikologis yang membuatnya menjadi "manusia rusak".

Pengacara Redha, Tina Foster, mengatakan pemerintah AS telah memberitahunya soal pemindahan Redha dari pusat tahanan AS yang dikelola Pangkalan Udara Bagram, enam hari sebelum pemerintah AS mengajukan permohonan pengobatan Redha ke Mahkamah Agung.

Redha adalah orang pertama yang menerima teknik interogasi dengan penyiksayaan oleh penyidik CIA, setelah serangan 11 September 2001 di Amerika. Pengobatan yang dimohonkan untuk Redha akan menjadi model penanganan para tahanan yang mengalami perlakuan serupa dari CIA, berdasarkan laporan Senat yang dirilis pada Selasa (9/12/2014).

Kuasa hukum Redha telah menuntut Pemerintah AS membuka pengadilan untuk Redha di bawah yurisdiksi Amerika hingga ke tingkat Mahkamah Agung, Senin (8/12/2014).

"(Pemindahan) ini hanya cara lain untuk menghindari yurisdiksi," kecam Foster. "Sekarang mereka bisa mengatakan di pengadilan, 'Ini bukan masalah kami'."

"Jika mereka membebaskannya, saya akan menyatakan kemenangan dan pulang. Apa yang mereka lakukan, membuat (proses hukum) lebih sulit," lanjut Foster.

Meski Presiden Barack Obama pada awal 2009 telah menghentikan program rahasia CIA untuk menginterogasi dengan cara apapun para tahanan terduga Al Qaeda ini, tetapi para tahanan itu masih ada di tahanan Guantanamo di Kuba dan di Bagram, setelah sebelumnya disiksa di tempat-tempat rahasia di banyak negara.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X