Kompas.com - 31/10/2014, 20:31 WIB
Stasiun kereta api Westbanhof, Vienna, Austria. WikipediaStasiun kereta api Westbanhof, Vienna, Austria.
EditorErvan Hardoko
VIENNA, KOMPAS.com — Seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun yang dicurigai merencanakan serangkaian serangan bom di Vienna, Austria, ditahan kepolisian negeri itu.

Kepada polisi, bocah ini mengakui, dia dijanjikan uang sebesar 25.000 dollar AS atau lebih dari Rp 300 juta oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk melakukan serangkaian serangan.

Kepolisian Austria tidak diidentifikasi karena bocah itu masih di bawah umur. Namun, media Austria menyebut bocah itu bernama Mertkan G, putra seorang imigran Turki, yang sudah tinggal di Austria selama delapan tahun.

Setelah ditahan pada Selasa (28/10/2014), bocah itu mengaku berencana memasang peledak di Westbahnhof, stasiun kereta api paling sibuk di Austria, yang melayani 40.000 penumpang sehari.

Polisi sejauh ini belum memberikan konfirmasi bahwa bocah itu direkrut ISIS lewat internet dan dijanjikan hadiah uang. Namun, seorang juru bicara kejaksaan mengatakan, bocah itu berhubungan dengan "sejumlah kontak".

"Dia mengaku berencana menanam peledak di sejumlah lokasi sibuk di Vienna," kata Michaella Obenaus, juru bicara jaksa penuntut di kota St Polten, kota kediaman bocah tersebut. Harian Kronen Zeitung mengabarkan, bocah tersebut direkrut ISIS lewat internet dan dijanjikan "posisi khusus" sebagai imbalan melakukan serangan bom, selain imbalan berupa uang.

Kronen Zeitung menambahkan, ISIS juga merekrut dua bocah lain untuk melakukan serangan serupa dan kini keduanya masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Namun, surat-surat kabar lain menyebut penyidik yakin Mertkan G bekerja seorang diri dan tidak terlibat perekrutan anggota lain.

Bocah ini tinggal bersama orangtuanya di kota kecil, St Polten, yang tak jauh dari ibu kota Vienna. Dia dikenal sangat mendukung ISIS, tetapi kawan-kawannya tak menganggap semua pembicaraannya serius.

Rencana bocah ini terungkap setelah sejumlah guru yang prihatin atas sikapnya, yang kerap mengancam, melaporkan hal itu kepada polisi. Selanjutnya, polisi memantau semua kegiatan dunia maya bocah tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X