Kompas.com - 11/09/2014, 14:09 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com  Australia adalah negara termahal bagi seorang mahasiswa internasional yang ingin menempuh kuliah di universitas, tetapi dinilai bukanlah tempat terbaik bagi pendidikan berkualitas tinggi.

Temuan itu didapat dari hasil survei yang dilakukan terhadap 5.000 orangtua dari 15 negara yang mengombinasikan biaya kuliah rata-rata dan biaya hidup.

Hasil pertama, seorang mahasiswa internasional di Australia diperkirakan menghabiskan lebih dari 42.000 dollar Australia (atau sekitar Rp 455 juta) per tahun untuk biaya kuliah dan biaya penunjang lainnya.

Di urutan kedua, mahasiswa menghabiskan sekitar kurang dari 3.000 dollar per tahun untuk kuliah di Singapura dan membayar sekitar kurang dari 6.000 dollar per tahun di Amerika Serikat.

Meski demikian, hanya seperempat dari jumlah orangtua yang disurvei yang menempatkan Australia di tiga negara terbaik untuk pendidikan.

Penelitian ini, yang dilakukan oleh Bank HSBC, menemukan bahwa 70 persen orangtua yang disurvei berharap agar anak mereka meneruskan kuliah S-1 dan sekitar 40 persennya menginginkan agar anak mereka lanjut ke level master.

Kepala Perbankan Ritel dan Manajemen Keuangan HSBC, Graham Heunis, mengatakan, para orangtua di Australia memiliki sedikit keinginan (41persen) untuk mengirim anak-anak mereka belajar di luar negeri dibandingkan dengan Indonesia, misalnya, di mana tingkatnya mencapai 92 persen.

Ia menjelaskan, hasil di Australia bisa disebabkan oleh persepsi tentang kualitas pendidikan.

“Apa yang ditunjukkan survei itu adalah para orangtua di Australia percaya bahwa sistem pendidikan kita jauh lebih baik... sejujurnya nomor satu dari seluruh sistem pendidikan yang ada, tetapi bukan itu keadaannya bila kita berbicara dengan para orangtua di negara lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kuatnya dollar Australia tak menolong biaya belajar di Australia, tetapi cukup mengkhawatirkan ketika kita ditempatkan di posisi yang cukup bawah dalam hal kualitas, dan kita adalah yang termahal, mengingat pendidikan adalah layanan ekspor terbesar kita.”


Kualitas pendidikan di Australia menempati posisi kelima

Para mahasiswa internasional adalah bagian penting dari sektor pendidikan tinggi Australia.

Dengan 20 persen mahasiswa berasal dari luar negeri, Australia memiliki konsentrasi mahasiswa internasional terbesar di dunia.

Graham menuturkan, Australia tak menempati posisi yang cukup baik dalam hal persepsi kualitas.

“Jika Anda melihat posisi kami, dan itu cukup mencolok jika Anda berbicara dengan para orangtua di China, sebenarnya kami menempati posisi lima dalam hal negara dengan kualitas pendidikan tinggi yang baik, ya tentu saja di bawah Amerika Serikat, Inggris, Jerman. Kita menempati posisi kelima bersama Kanada,” jelasnya.

Ia mengutarakan, para orangtua di China, pada khususnya, tak terlalu menyukai pendidikan di Australia.

“Saya pikir itu kombinasi antara kualitas dan biaya. Ketika kita masih menarik banyak mahasiswa China, saya pikir itu sebagian besar didorong oleh lokasi dan kedekatan kita ke China. Tetapi, sistem pendidikan kita berperingkat setinggi Inggris atau Amerika Serikat misalnya,” sebut Graham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.