Kompas.com - 01/09/2014, 16:30 WIB
Tentara Pakistan menjaga kantor stasiun televisi pemerintah PTV setelah diserang pengunjuk rasa anti-pemerintah, Senin (1/9/2014)/ AAMIR QURESHI / AFPTentara Pakistan menjaga kantor stasiun televisi pemerintah PTV setelah diserang pengunjuk rasa anti-pemerintah, Senin (1/9/2014)/
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Saluran televisi nasional Pakistan PTV , Senin (1/9/2014), menghentikan siaran setelah kantor pusatnya diserbu demonstran anti-pemerintah di Islamabad. Rekaman PTV menunjukkan sejumlah orang merangsek masuk ke dalam gedung pada saat siaran.

Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Nawaz Sharif. Mereka menuduh perdana menteri telah melakukan korupsi dan kecurangan pemilu, sejumlah tuduhan yang dia bantah.Sebelumnya, bentrokan terjadi antara demonstran dan polisi.

Sejumlah polisi dilaporkan terluka terkena tongkat dan batu yang dilemparkan para demonstran yang kemudian bergerak ke gedung federal dan rumah Perdana Menteri Pakistan. Polisi anti huru hara terpaksa mundur dari jalan utama di depan gedung parlemen, Constitution Avenue.

Para pengunjuk rasa menyerang kendaraan dan memblokir jalan dengan membakar truk kontainer.

Pada Minggu (31/8/2014) malam pengunjuk rasa menggunakan truk untuk mendobrak pagar luar gedung parlemen, meskipun bangunan itu dijaga tentara. Demikian laporan wartawan BBC M Ilyas Khan di Islamabad.

Para demonstran yang setia kepada politisi oposisi Imran Khan dan ulama Tahirul Qadri mengambil bagian untuk menduduki pusat ibu kota selama dua pekan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X