Kompas.com - 20/08/2014, 05:46 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

KOMPAS.com - Paus Fransiskus turut bersuara soal konflik terkait Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dalam perjalanan pulang ke Vatikan sesudah lima hari kunjungan di Semenanjung Korea. Dia mengkritik intervensi berlebihan militer Amerika atas masalah ini.

"Dalam kasus di mana ada agresi yang tidak adil, dapat diterima untuk menghentikan penyerangan yang tidak adil itu. Saya menekankan kata 'menghentikan'. Saya tidak mengatakan 'membombardir' atau 'berperang atas'," tutur Paus. "Satu bangsa tidak bisa memutuskan sendiri bagaimana mengakhiri agresi," imbuh dia, dalam penerbangan, Senin (18/8/2014) waktu setempat.

Daripada Amerika mengirimkan pasukan tempur dan memerangi ISIS, Paus berpendapat intervensi untuk menghentikan gerakan ISIS tersebut dilakukan di bawah komando PBB. Dia pun mengatakan siap berkunjung ke Irak untuk membantu orang-orang yang terancam di sana.

"Ide lahirnya PBB setelah Perang Dunia II adalah kita harus berdiskusi dan berkata, 'Ada seorang penyerang yang tidak adil. Bagaimana kita akan menghentikannya?'," lanjut Paus. Komentar ini merupakan jawaban Paus ketika ditanya tanggapannya soal serangan ISIS kepada kalangan Yazidi dan Kristen di Irak.

Paus pun meminta PBB melakukan semua upaya untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, termasuk di Irak. Namun, sebelumnya Duta Besar Vatikan untuk PBB, Silvano Tomasi, menyatakan dukungan yang langka terhadap aksi militer Amerika Serikat di Irak. Kebijakan kepausan selama ini adalah mendorong penyelesaian konflik secara damai. "Aksi militer (kali ini) mungkin diperlukan," ujar Tomasi.

Hingga pertengahan Agustus 2014, Amerika Serikat telah melancarkan tak kurang dari 70 serangan udara di Irak, dengan sasaran basis kekuatan ISIS. "Kami berpendapat bila perlu sekembali dari Korea ini kami bisa pergi ke sana (Irak). Namun sekarang (kunjungan itu) bukan hal terbaik untuk dilakukan. (Namun), saya bersedia dan saya siap (pergi ke Irak)," tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.