Kompas.com - 22/05/2014, 17:07 WIB
EditorErvan Hardoko

BEIJING, KOMPAS.com — Sejak dibuka dua tahun lalu, klinik bernama "Fragrant Language of the Heart" di Chongqing, China, mengklaim bisa "menyembuhkan" homoseksualitas dengan menggunakan perawatan hipnoterapi dan kejut listrik.

Seorang pria berusia 30 tahun kemudian mencoba proses penyembuhan di klinik tersebut pada Agustus 2013 setelah dipaksa oleh keluarganya.

Namun setelah menjalani sesi pertama, dia mengaku mengalami trauma emosional dan menolak kembali lagi ke klinik tesebut.

Kini, pengadilan di Beijing mengambil langkah—yang cenderung jarang dilakukan—dengan menerima gugatan pasien atas klinik tersebut.

Sang pasien menuntut Fragrant Language of the Heart karena penipuan iklan. Baidu, mesin pencari populer di China, juga ikut dituntut, demikian dilaporkan wartawan BBC, Celia Hatton, di Beijing.

Geng Le, pendiri situs pejuang hak homoseksual Light Blue mengatakan, banyak orang yang teperdaya dengan iklan seperti ini. Dia mengaku terkejut sekaligus gembira karena pengadilan menerima kasus ini.

"
Banyak orang tertipu karena keluarga memaksa mereka untuk ikut terapi, yang akhirnya tidak mengubah apa pun setelah mengeluarkan uang banyak," ujar Geng.

"Ini adalah kasus pertama ketika seseorang menggunakan langkah hukum sebagai senjata untuk mempertahankan dirinya."

Homoseksualitas sudah dikeluarkan dari daftar penyakit mental di China pada 2001, tetapi masih banyak orang yang homofobia.

Setidaknya 13 buku teks psikologi yang terbit antara 2008 dan 2011 masih mencantumkan homoseksualitas sebagai penyakit mental.

"Bahkan sejumlah rumah sakit juga memberikan obat-obatan psikiatri untuk remaja gay," ujar Geng.

Situs klinik Chongqing menegaskan bahwa homoseksualitas adalah "gangguan mental" yang mungkin berasal dari "trauma masa kecil".

Biaya pengobatan mencapai 5.000 dollar AS atau lebih dari Rp 50 juta. Pasien diminta untuk menonton video porno atau hanya membayangkan hubungan seksual sesama jenis sebelum pasien diberi kejutan listrik sehingga "menyebabkan ketakutan bawah sadar".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.