Kompas.com - 30/04/2014, 21:10 WIB
Seorang perempuan Uighur berteriak di depan pasukan paramiliter China di ibu kota wilayah otonomi Uighur, Urumqi pada Juli 2009. Aksi unjuk rasa dan kekerasan kerap terjadi di Xinjiang karena warga Uighur merasa disisihkan oleh etnis Han yang adalah pendatang.

AP/Ng Han GuanSeorang perempuan Uighur berteriak di depan pasukan paramiliter China di ibu kota wilayah otonomi Uighur, Urumqi pada Juli 2009. Aksi unjuk rasa dan kekerasan kerap terjadi di Xinjiang karena warga Uighur merasa disisihkan oleh etnis Han yang adalah pendatang.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com -- Sebuah ledakan menghantam sebuah stasiun kereta api di ibu kota provinsi Xinjiang, Urumqi, Rabu (30/4/2014). Kantor berita Xinhua melaporkan ledakan itu terjadi pada hari yang sama Presiden Xi Jinping mengakhiri kunjungannya di kawasan bergolak itu.

Lebih lanjut Xinhua mengabarkan, ledakan itu terjadi di stasiun kereta api selatan Urumqi, tetapi informasi terkait kerusakan dan korban belum diperoleh.

Saat ini sejumlah ambulans, para medis, dan polisi sudah berada di lokasi ledakan. Bahkan polisi sudah menutup semua pintu masuk ke dalam stasiun kereta api itu.

Akibat ledakan ini, semua layanan kereta api yang menggunakan stasiun itu dihentikan dan polisi masih mengevakuasi warga yang berada di dekat stasiun.

Wilayah otonomi Xinjiang yang luas itu kerap dilanda bentrokan berdarah. Pemerintah China menuding kelompok teroris yang mendalangi sejumlah bentrokan itu.

Namun, kelompok-kelompok pejuang HAM mengatakan, kerusuhan dan bentrokan itu merupakan buah dari apa yang disebut sebagai represi kultural terhadap warga Xinjiang yang mayoritas memeluk agama Islam.

Dalam kunjungannya di Xinjiang, Presiden Xi Jinping menyerukan penegakan hukum yang lebih tegas, tetapi juga mempercepat proses asimilisi penduduk dari etnis minoritas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Xi Jinping juga mengatakan, dalam memerangi terorisme, Pemerintah China akan menggunakan strategi "memukul terlebih dahulu" untuk memberantas musuh dan menginspirasi warga.

Namun, lanjut Xi, Beijing akan menerapkan kebijakan yang sesuai untuk meningkatkan keharmonisan antar-etnis dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua kelompok etnis.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.