Kompas.com - 27/03/2014, 17:07 WIB
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang pria Jepang yang menunggu seksekusi hukuman mati selama lebih dari 40 tahun disidang ulang setelah muncul sejumlah bukti baru.

Iwao Hakamada, mantan petinju profesional, diyakini terpidana mati paling lama menunggu eksekusinya di penjara. Ia dinyatakan bersalah pada tahun 1968 karena membunuh bosnya serta istri dan dua anak.

Pengadilan di kota Shizuoka mencabut  hukuman mati itu setelah kuasa hukum Hakamada mengatakan tes DNA menunjukkan darah di baju korban bukan darah Hakamada. Hakim mengatakan penyidik kemungkinan "memalsukan" barang bukti itu.

Hakamada yang sekarang berusia 78 tahun mengaku setelah interogasi selama 20 hari. Ia mengatakan dipukuli selama interogasi dan kemudian menarik pengakuannya di pengadilan.

Polisi Jepang biasanya menggunakan pengakuan orang untuk menghukum tersangka namun pihak kritikus mengatakan polisi sering menggunakan kekerasan untuk mencari pengakuan.

Dalam satu pernyataannya, organisasi HAM, Amnesti Internasional, mengatakan Hakamada, dianggap sebagai terpidana yang paling lama menunggu hukuman mati.

"Bila ada kasus yang pantas untuk disidang ulang. Inilah dia. Hakamada dihukum dengan landasan pengakuan secara paksa dan masih ada pertanyaan yang belum terungkap terkait bukti DNA," kata Roseann Rife, direktur penelitian Asia Timur, Amnesty Internasional.

Hakamada adalah orang keenam sejak Perang Dunia II berakhir yang memperoleh pengadilan ulang setelah dijatuhi vonis hukuman mati di Jepang. Lima orang terpidana mati sebelumnya yang mendapatkan sidang ulang, empat orang di antaranya dibebaskan sementara permohonan ulang terpidana mati kelima dibatalkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.